Whatsapp Share Like
Simpan

Jadi inget, dulu waktu si Kecil masih berusia tiga tahun, dia pernah belajar mengenal bentuk-bentuk dasar sambil bermain. Sederhana, kok, permainannya berupa tebak-tebakan bentuk benda yang ada di sekitar rumah. 

Nah, waktu bermain, si Kecil tidak hanya harus menebak bentuknya saja. Dia juga harus mengelompokkan benda tersebut sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Dengan begitu ia jadi semakin terbiasa dan juga terlatih untuk mengenali bentuk-bentuk dasar. Cara bermainnya seperti ini, Bu:

Alat-alat:

  • Siapkan kotak atau baskom sebanyak tiga buah (sesuai dengan bentuk dasar yang mau diajarkan: segi empat, lingkaran, dan segitiga).
  • Benda-benda atau mainan di rumah seperti bantal berbentuk segi empat, mainan balok berbentuk segitiga, atau mangkuk makan si Kecil.

Cara bermain:

  1. Pertama-tama, minta si Kecil menyusun ketiga wadah tadi secara berurutan. 
  2. Ambil benda pertama, misalnya balok berbentuk segitiga. Lalu, ceritakan deh ke si Kecil kalau benda tersebut bernama segi tiga karena punya tiga buah sisi. 
  3. Sambil diberi penjelasan, biarkan ia memegang dan bereksplorasi dengan benda-benda tadi. Setelah penjelasannya selesai, minta si Kecil untuk mensortir benda-benda tadi ke dalam wadah yang sudah Ibu sediakan berdasarkan bentuknya. Misalnya, benda-benda berbentuk segi empat di dalam wadah pertama, lalu segitiga ke dalam wadah kedua, dan seterusnya. 
  4. Kalau si Kecil terlihat bingung saat main, jangan khawatir. Coba deh, Bu berikan contoh bentuk yang sejenis. Misalnya, mangkuk makan miliknya berbentuk seperti bola atau bantal yang ia pegang bentuknya seperti buku cerita miliknya. 
  5. Jika ia berhasil melakukannya dengan benar, berikan ia apresiasi dengan memeluk atau menciumnya ya, Bu. Bentuk apresiasi yang seperti ini dapat meningkatkan rasa percaya diri pada si Kecil yang sangat penting pengaruhnya di masa tumbuh kembangnya ini.

Kalau dilatih seperti ini terus-menerus, lama-kelamaan si Kecil jadi semakin memahami persamaan dan perbedaan benda-benda yang ia lihat setiap hari. Bagusnya lagi, Ibu juga sekaligus melatih kemampuan motorik halusnya, lho. Seperti yang saya baca di situs Babycenter.com, kemampuannya ini bisa dilatih dengan rutin melakukan aktivitas memegang dan menaruh. Hal ini berkaitan erat dengan perkembangan otot-otot pada jari dan juga tangan si Kecil, Bu.  Pengetahuan tentang bentuk-bentuk dasar ini juga bisa sangat berguna bagi si Kecil nantinya ketika ia memasuki tahap perkembangan yang lebih lanjut. Contohnya, begitu ia mulai belajar menggambar, ia sudah terlebih dahulu mengenali bentuk-bentuk seperti kotak, segitiga, dan juga lingkaran. 

Gimana, Bu? Menyenangkan bukan belajar sambil bermain sama si Kecil? Nah, saat ia berhasil mengenali suatu bentuk, jangan lupa berikan pujian kepada si Kecil dengan memeluknya sambil mengatakan bahwa Ibu bangga terhadap pencapaiannya. Selain stimulasi yang dilakukan terus-menerus, proses tumbuh kembangnya juga membutuhkan dukungan dari asupan nutrisinya, Bu. Nggak harus selalu dalam porsi yang besar, kok. Coba kasih si Kecil camilan sehat berupa potongan buah segar seperti apel, jeruk, dan melon atau roti dengan selai kacang. Tapi, yang perlu diperhatikan adalah sebaiknya perhatian si Kecil tidak terganggu oleh TV, komputer, maupun telepon genggam saat menikmati camilan. Karena, ketika perhatian teralihkan saat sedang makan, risiko yang dapat terjadi adalah si Kecil makan dengan porsi berlebih (salah satu penyebab obesitas) atau tersedak. 

Agar perkembangan otak si Kecil semakin optimal, ia membutuhkan dukungan nutrisi yang tepat dari dalam tubuhnya. Maka dari itu, berikan ia makanan yang mengandung banyak vitamin E. Salah satunya adalah sayuran berdaun hijau. Selain vitamin E, Ibu juga bisa melengkapi asupan gizi si Kecil dengan memberikan ia susu pertumbuhan Frisian Flag Jelajah sebanyak tiga kali sehari. Kandungan DHA, Selenium, Zat Besi, Protein, Inulin, Seng, dan 12 vitamin lainnya dapat membantu si Kecil memenuhi kebutuhan nutrisinya selama masa pertumbuhan. Sudah siap mengenal bentuk bersamanya, Bu?