Share Like
Simpan

Bahagianya saat si Kecil baru lahir! Ucapan selamat berdatangan, hadiah-hadiah mengalir, dan tentunya rasa haru saat si Kecil akhirnya berada di pelukan Ibu. Namun sayangnya, di tengah kebahagiaan itu, si Kecil kok terlihat kuning, ya?

Saya termasuk salah satu Ibu yang mengalami hal tersebut, Bu. Sebelumnya saya sudah curiga karena mata si Kecil yang usianya baru seminggu, tiba-tiba terlihat kuning. Ternyata benar, dia terkena penyakit kuning akibat sindrom bilirubin tinggi dan harus dirawat inap untuk difototerapi dalam inkubator selama 24 jam. Sedihnya!

Apa  Penyebab Penyakit Kuning?

Jadi, ada sebuah zat dalam tubuh bernama bilirubin. Ini adalah pigmen berwarna kuning-oranye hasil penguraian sel darah merah yang sudah tua, disalurkan melewati hati, usus, dan dikeluarkan melalui feses bayi. Nah, karena fungsi hati dan saluran pencernaan pada bayi belum sempurna, terciptalah produksi bilirubin dalam jumlah berlebih, Bu.

Secara normal, bilirubin akan mengalir melewati hati dan keluar lewat empedu melalui usus. Tapi karena proses pergantian sel darah merah pada bayi juga lebih cepat, semakin cepat pulalah bilirubin terproduksi. Inilah yang mengakibatkan si Kecil yang baru lahir terkena penyakit kuning.

Kadar bilirubin pada bayi dapat dikatakan tinggi jika sudah melebihi 12 miligram. Biasanya, bayi yang matanya sudah terlihat kuning, bilirubinnya sudah mencapai 18. Hal ini tak boleh dibiarkan, karena bilirubin bisa meningkat secara cepat. Jika sudah berada di atas 25 miligram, bilirubin tinggi dapat menyebabkan cacat tuli, cerebral palsy, atau kerusakan otak pada bayi. Wah, efeknya cukup mengerikan juga ya, Bu!

 

Tipe-tipe penyakit kuning

Ada empat tipe penyakit kuning, dan salah satunya karena ASI! Yuk kita simak sama-sama:

  1. Penyakit kuning fisiologis (normal): Ini penyakit kuning yang paling banyak terjadi pada bayi baru lahir, dikarenakan fungsi hati yang belum sempurna dan proses pemecahan bilirubin yang lambat.
  2. Penyakit kuning karena prematur: terjadi umumnya pada bayi-bayi yang lahir prematur karena fungsi hati mereka tidak siap untuk mengekskresi bilirubin secara efektif. Nah dalam kasus ini, diperlukan perawatan khusus. Biasanya jumlah bilirubin mereka harus lebih rendah daripada bayi yang lahir tak prematur, agar terhindar dari komplikasi.
  3. Penyakit kuning karena ASI: Hal ini bisa terjadi karena sang Ibu sulit memberikan ASI (puting lecet atau kasus flat nipple), atau ASI yang belum keluar. Masalahnya bukan terletak pada kandungan ASI-nya, melainkan karena bayi tak mendapat cukup minum.
  4. Golongan darah yang tidak cocok: Jika bayi memiliki golongan darah yang berbeda dengan Ibu, kemungkinan besar sang Ibu memproduksi antibodi yang menghancurkan sel darah merah si Kecil. Akibatnya, bilirubin bayi meningkat.

 

Perawatan Untuk Bayi Yang Terkena Penyakit Kuning

Pada kasus saya dulu, dokter menjelaskan bahwa anak saya hanya terserang penyakit kuning ringan atau fisiologis. Karena itu, dia difototerapi dan diletakkan di dalam inkubator selama 24 jam. Fototerapi adalah terapi menggunakan lampu bernama bili-light atau bili-blanket. Bayi harus telanjang dalam proses fototerapi sehingga bili-light dapat menjangkau semua area kulit, namun matanya ditutup.

Selama difototerapi, bayi harus sering diberi minum ASI atau susu formula agar terhindar dari dehidrasi. Jika level bilirubin sudah menurun atau warna kuning di tubuh si Kecil tak lagi muncul, maka bayi diperbolehkan pulang dan bisa dikatakan fungsi hatinya telah normal.

Sudah lebih tenang kan, Bu? Tetap tenang dan tetap susui, itu kuncinya. Semoga si Kecil cepat sembuh!