Whatsapp Share Like
Simpan

Vitamin D merupakan salah satu vitamin yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Manfaat utamanya adalah untuk tulang dan gigi. Ternyata, vitamin ini terbagi menjadi dua lho, Bu, yaitu vitamin D2 dan vitamin D3. Jadi, apakah yang membedakan keduanya? Langsung, deh, simak penjelasannya dari informasi yang sudah saya kumpulkan berikut:

Perbedaan Vitamin D2 dan D3

Vitamin D2 dan D3 dibedakan melalui beberapa poin di bawah ini:

Manfaat Vitamin D3

Vitamin D3 dikatakan sebagai bentuk alami dari manfaat vitamin D, karena pembentukannya di dalam tubuh memang terjadi secara alami, yakni dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi. Untuk tumbuh kembang bayi, vitamin ini memiliki beberapa manfaat. Di antara manfaatnya adalah sebagai berikut:

  • Baik untuk Tulang dan Gigi

    Manfaat utama dari vitamin D3 adalah untuk pembentukan serta kesehatan tulang dan gigi. Kandungan vitamin dan hormon di dalamnya akan membantu penyerapan kalsium dan fosfor dalam tubuh, sehingga akan membuat tulang dan gigi bayi menjadi lebih cepat tumbuh dan tidak mudah keropos.

  • Nutrisi Otak

    Selain baik untuk tulang dan gigi, vitamin D3 juga baik untuk otak bayi, Bu. Dengan cukup mendapatkan asupan vitamin ini, bayi akan memiliki daya ingat yang lebih tajam dan mudah untuk belajar. Tak hanya itu, risiko terserang gangguan otak dan saraf pun akan lebih kecil, sehingga bayi tidak mudah merasa stres.

  • Membantu Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Terakhir, vitamin D3 adalah zat yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. Vitamin ini dapat menstimulasi produksi peptida di dalam sel ephitelia dan sel darah putih yang berperan dalam melindungi saluran pernapasan, sehingga akan mencegah paru-paru terserang infeksi. Bayi pun jadi tidak akan mudah terserang flu maupun batuk.

Gejala Kekurangan Vitamin D3

Saat bayi kekurangan vitamin D3, maka otot akan melemah dan timbul rasa tidak nyaman pada tulangnya. Proses pertumbuhan tulang dan giginya pun jadi terhambat atau memiliki tulang dan gigi yang tidak kuat alias mudah keropos. Saat bayi lainnya sudah tumbuh gigi, maka bayi yang kekurangan vitamin D3 belum menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan gigi.

Kemungkinan lainnya adalah ia memiliki panjang badan yang lebih pendek dari ukuran normal bayi seusianya. Dalam kondisi kronis, bayi bahkan dapat mengalami rakitis, kejang, dan kardiomiopati (gangguan otot jantung).

Sumber Vitamin D3

Untuk mencegah bayi mengalami gejala-gejala akibat kekurangan vitamin D3, Ibu harus mencukupi kebutuhan asupan vitamin ini setiap hari. Berikut adalah beberapa Sumber vitamin D3 untuk bayi:

  • Sinar matahari.

    Sumber alami terbaik dari vitamin D3 tentu saja dari sinar matahari. Ibu bisa membawa bayi untuk berjemur di bawah sinar matahari saat pagi hari. Saat sinar matahari masuk ke dalam kulit, maka vitamin D akan diproduksi secara alami oleh tubuh.

    Waktu terbaik untuk berjemur adalah pukul 6 hingga 7 pagi. Tak perlu lama-lama, Bu. Cukup 10 hingga 15 menit saja setiap hari dan sebaiknya tidak mengenakan pakaian agar sinar matahari bisa meresap langsung ke kulit.

  • Makanan.

    Selain bisa didapat dari sinar matahari, ada beberapa makanan yang diperkaya dengan vitamin D dan baik untuk dikonsumsi oleh bayi. Di antara sumber makanan yang mengandung vitamin D3 adalah telur, hati sapi, ikan berminyak (sarden, salmon, makarel), ikan tuna, minyak ikan cod, jamur, susu, dan yogurt.

Jadi, sudah tahu kan, Bu, tentang vitamin D3 dan betapa pentingnya bagi tumbuh kembang bayi? Selalu usahakan untuk memenuhinya, ya, agar tumbuh kembang buah hati dapat berjalan dengan optimal. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bu.

Bagi Ibu yang masih memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi seputar anak, bisa mengunjungi laman Tanya Pakar. Ada para ahli yang siap untuk menjawab semua pertanyaan Ibu. Jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu agar bisa menggunakan fitur tersebut.

Sumber:

manfaat.co.id, hellosehat.com