Share Like
Simpan

Untuk melatih kecerdasan balita, salah satu caranya adalah mengajari mereka membaca. Sebab pengenalan huruf dan angka sangatlah penting untuk perkembangan otak mereka. Mengajar si Kecil membaca pun bisa dimulai dari usia yang cukup dini, tidak perlu menunggu mereka berada di sekolah.

Kemampuan membaca sangat berguna bagi kecerdasan otak balita. Saat anak tumbuh dengan minat baca yang tinggi, mereka akan lebih cepat mempelajari berbagai hal. Namun, mengajar si Kecil membaca tentu tidak selalu mudah. Karena itu, di bawah ini ada beberapa tips yang bisa membantu Ibu dalam mengajarkan si Kecil membaca.

Perlu Ibu ketahui, anak-anak tidak belajar membaca menggunakan matanya, tetapi mengunakan telinganya. Oleh karena itu, membacakan buku bacaan serta bermain permainan pendengaran seperti pantun bisa Anda pilih sebagai cara membantu si Kecil mengenal huruf, Bu. Semakin sering Ibu membacakan buku maupun pantun pada si Kecil, kosakata yang ia kuasai pun akan semakin bertambah. Hal ini akan memudahkannya saat mulai belajar membaca kelak.

Sejak lahir hingga usia tiga tahun, anak-anak mendengarkan berbagai kata yang diucapkan dan mulai belajar berbicara. Anak-anak berusia tiga sampai empat tahun mulai memperluas kosakata mereka dan mulai bisa “bersajak” atau mencari kata-kata yang mempunyai bunyi akhir yang sama. Saat mulai bersekolah, mereka akan diajarkan cara menyatukan huruf-huruf untuk membentuk suatu kata dan menyuarakannya. Anak pun mulai belajar membaca kalimat yang sederhana. Satu-dua tahun kemudian, mereka akan bisa membaca buku yang mempunyai beberapa bab dan membaca dengan fasih dengan pengertian. 

Sebelum anak mulai bersekolah, Ibu juga bisa membantu menyiapkan mereka belajar membaca. Lewat perkenalan alfabet dan bunyi alfabet, misalnya. Ini adalah awalan dari fonik. Fonik adalah mempelajari apa yang huruf dan kombinasi huruf “katakan”. Fonik merupakan bagian penting dalam proses belajar membaca. Ketika si Kecil belajar bunyi huruf, ajarkan untuk “menyatukan” huruf-huruf tersebut untuk “membunyikan” kata baru. Contohnya, huruf a, p, e, l disatukan akan membentuk “bunyi” kata baru yaitu “apel”. Setelah itu, ajarkan si Kecil membaca kalimat yang pendek menggunakan fonik. Perlahan-lahan ia akan mulai bisa membaca kata demi kata dan akhirnya kalimat demi kalimat dan dapat mengerti sepenuhnya.

Waktu membacakan cerita juga bisa Ibu manfaatkan untuk mengajar si Kecil membaca dengan sesekali mengajaknya mengeja.Pilihlah kata-kata yang mudah dan pendek terlebih dahulu. Kemudian, setelah ia menguasai kata-kata yang mudah dan pendek, Ibu bisa mulai mengajarnya mengeja kata-kata yang lebih panjang. Saat membacakan cerita, ingat untuk tidak terburu-buru ya, Bu. Selain itu, jangan lupa juga untuk menunjukkan tiap kata dan tiap huruf kepada si Kecil agar ia mulai mengingat dan mengenalinya.

Membaca merupakan kemampuan yang bisa dipelajari si Kecil sejak dini dan memiliki banyak manfaat bagi perkembangan kecerdasannya. Anak yang gemar membaca terbukti dapat tumbuh lebih cerdas dan memiliki wawasan lebih luas saat ia dewasa. Tentunya, agar si Kecil suka membaca, Ibu harus jadi contoh baginya. Saat si Kecil melihat orang tuanya sering membaca, rasa suka membaca akan tumbuh dalam dirinya, Bu. Karenanya, mulai sekarang, yuk jadikan membaca sebagai kebiasaan baik dalam keseharian Ibu dan si Kecil! Kabar baiknya, kini poin Ibu & Balita bisa Ibu tukarkan dengan voucher toko buku sehingga buku-buku menarik untuk si Kecil bisa didapatkan dengan harga yang lebih terjangkau! Klik di sini untuk info selengkapnya, Bu.

Resources: How To Teach Reading: For Teachers, Parents, Tutors by Edward Fry and Journey Into Literacy: A Workbook for Parents and Teachers of Young Children by Barbara E.R. Swaby.