Share Like
Simpan

Si Kecil masih bersedih karena gagal menyusun puzzle mainannya? Sebagai orang tua, kita pasti tidak ingin melihat ia mengalami kegagalan, apalagi jika hal itu sampai membuatnya bersedih. Saya pun begitu. Tidak tega rasanya melihat si Kecil menangis karena tidak berhasil makan sendiri dengan rapi dulu. Namun, satu hal yang perlu kita percayai bahwa kegagalan dapat menjadi pelajaran berharga untuknya.

Kegagalan bisa menjadi proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan si Kecil supaya bisa sukses ke depannya. Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang tokoh bernama Henry Ford bahwa, “Kegagalan hanyalah peluang untuk memulai sesuatu kembali dengan lebih cerdas.”

Meskipun biasa terjadi dalam kehidupan, kegagalan dapat menimbulkan perasaan sakit, sedih, marah, frustrasi, bahkan membuat kepercayaan diri seseorang menjadi rendah, termasuk si Kecil. Bagaimana ia bereaksi terhadap kegagalan tersebut tergantung dari usia dan tingkat kedewasaannya. Namun, yang bisa kita lakukan adalah membantunya untuk tetap positif ketika berhadapan dengan kegagalan. Berikut ini adalah caranya:

  • Jangan dimarahi

Beri ia pelukan dan perlihatkan ekspresi yang menunjukkan empati kepadanya. Bantu si Kecil untuk mengekspresikan perasaan dengan wajar, misalnya biarkan ia menangis atau merasa kesal sejenak, namun jangan biarkan kondisi tersebut berlangsung berlarut-larut.

  • Dengar penjelasannya

Beri si Kecil kesempatan untuk bicara dan menjelaskan tentang kegagalan yang ia alami, supaya Ibu tahu apa yang ada di pikirannya. Tidak menutup kemungkinan bahwa Ibu dapat mengetahui sesuatu yang Ibu tidak tahu sebelumnya tentang pemikiran si Kecil.

  • Berikan pengertian

Ketika ia selesai bicara, kini giliran Ibu untuk menyampaikan sesuatu. Katakan kepadanya bahwa gagal itu biasa dalam hidup dan keberhasilan atau kemenangan bukanlah segalanya. Sampaikan pujian bagi si Kecil untuk segala usaha yang sudah ia lakukan supaya bisa berhasil. Ibu juga bisa menyampaikan tentang kekuatan dan kelebihan yang dimilikinya supaya rasa percaya dirinya tidak jatuh.

  • Evaluasi kegagalan

Bantu si Kecil untuk mengevaluasi kesalahan yang ia lakukan sehingga menyebabkan kegagalan, lalu semangati dirinya untuk berusaha memperbaiki kesalahan itu. Ajari ia untuk memiliki sikap pantang menyerah dan mau terus mencoba hingga berhasil. Melalui cara ini, si Kecil mendapat pelajaran bahwa kegagalan merupakan keberhasilan yang tertunda.

  • Menjadi panutan yang baik

Setiap anak pasti menjadikan orang tua sebagai panutannya. Jika Ibu marah-marah atau ngomel sebagai bentuk reaksi menghadapi kegagalan yang Ibu alami, maka si Kecil akan meniru perilaku tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya Ibu tetap tenang dan menunjukkan reaksi positif saat mengalami kegagalan, demi memberi contoh yang baik kepada si Kecil.

  • KatakanI love you!”

Tidak kalah penting, sampaikan kepada si Kecil bahwa Ibu tetap menyayanginya dalam keadaan apapun, baik ketika ia berhasil melakukan sesuatu maupun ketika gagal.

Setelah memahami cara membantunya menghadapi kegagalan, kini Ibu tidak perlu sedih dan khawatir lagi ya, ketika si Kecil gagal. Bimbingan yang tepat pasti dapat menuntunnya menerima kegagalan dan menuju keberhasilan nantinya.