Share Like
Simpan

Setiap anak memiliki temperamen masing-masing, yang mempengaruhi reaksinya terhadap kejadian dan orang-orang di sekitarnya. Memahami temperamen si Kecil penting karena dapat membantu orangtua dalam menentukan pola asuh yang sesuai.

Temperamen atau watak merupakan cara alami si Kecil untuk berinteraksi dengan atau bereaksi terhadap orang, tempat dan benda. Ada 3 (tiga) kategori dasar watak atau temperamen, yaitu gampang (fleksibel), perlu waktu (pemalu) dan sulit.

Anak yang fleksibel memberikan respon terhadap sekelilingnya dengan cara mudah, moodnya positif, mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Umumnya anak fleksibel bersikap tenang, gembira, memiliki kebiasaan tidur dan makan yang teratur, dan tidak mudah marah. Jika menghadapi situasi yang rumit, biasanya tidak terlalu cemas.

Anak yang pemalu, perlu waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan dan orang baru, agak ragu, relatif tidak aktif dan malu untuk mulai berteman. Meskipun pada awalnya cenderung menarik diri jika berhadapan dengan situasi baru, tetapi anak pemalu lama kelamaan bisa membaur dengan orang dan situasi yang baru ditemuinya.

Anak yang sulit cenderung memberikan reaksi negatif terhadap lingkungannya. Waktu bayi biasanya rewel, setelah 2-3 tahun cenderung sering ngamuk, kadang meledak-ledak, keras kepala dan sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Anak-anak dengan temperamen sulit cenderung memiliki masalah perilaku dan cenderung sulit menyesuaikan diri di sekolah.

Orangtua sangat khawatir jika memiliki anak dengan temperamen sulit. Tetapi orangtua dapat membantu si Kecil yang bertemperamen sulit menjadi lebih baik. Yang penting adalah memahami respon seperti apa yang harus ditunjukkan yang sesuai dengan watak anak dan mengarahkan si Kecil untuk berkompromi, beradaptasi dan mengembangkan sikap positifnya.

Yang tidak kalah penting adalah jangan menyebut si Kecil dengan sebutan anak sulit. Sebutan ini bisa menjadi prasangka yang tidak adil buat si Kecil dan akan membuatnya merasa berbeda dan tidak diinginkan. Hindari pencitraan negatif ini agar sikapnya menjadi lebih baik dan terhindar dari konflik emosional yang lebih serius.