Share Like
Simpan

Hai, Bu, apa kabar? Semoga Ibu dan si Kecil senantiasa sehat, ya. Beberapa hari lalu, saya sempat mengikuti sesi Live Chat bersama seorang psikolog di laman Facebook Ibu & Balita. Dari situ, saya tahu, ternyata meski usianya masih amat muda, batita juga butuh diapresiasi seperti halnya orang dewasa, Bu. Menurut penjelasan psikolog, ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh si Kecil bila Ibu terbiasa mengapresiasinya. Tak sekadar memengaruhi perkembangan psikologi anak, apresiasi dari Ibu dan orang-orang terdekat terhadap Momen Wow si Kecil juga memiliki manfaat lain. Penasaran apa saja? Berikut selengkapnya. Simak yuk, Bu!

1. Membuat Anak Bahagia

Apa yang Ibu rasakan saat masakan Ibu dihargai atau dipuji? Bahagia, bukan? Nah, si Kecil pun demikian, Bu. Saat perilaku ataupun hasil karyanya dihargai, batita kesayangan Ibu juga akan merasa bahagia. Perasaan ini timbul karena ia merasa apa yang ia lakukan berarti bagi orang yang disayanginya, terutama Ibu.

Psikolog menjelaskan, membangkitkan rasa bahagia si Kecil itu penting. Perasaan ini membuat anak lebih sehat secara psikologis maupun fisik, Bu. Hasil penelitian menunjukkan, anak-anak yang setiap harinya diliputi rasa bahagia cenderung tumbuh lebih sehat, cerdas, dan aktif, ketimbang yang sebaliknya. Alasannya, saat merasa bahagia, hormon di tubuh anak cenderung lebih stabil. Di samping itu, nafsu makan anak pun lebih baik, sehingga kebutuhan nutrisinya lebih mudah terpenuhi.

2. Mendatangkan Energi Positif

 

 

Selain membuat si Kecil bahagia, apresiasi Ibu untuk setiap Momen Wow batita kesayangan juga membantu meningkatkan energi positif pada dirinya, lho. Energi positif ini membuat anak senantiasa percaya diri, ceria, dan lebih ekspresif, Bu. Si Kecil tak akan ragu-ragu ataupun malu-malu saat harus bersosialisasi di lingkungan baru. Ini tentu menjadi awal yang baik untuk mengasah kemampuan bersosialisasi anak ke depannya, ya. 

3. Memotivasi Momen Wow Lainnya

Karena apresiasi membuatnya lebih bahagia dan percaya diri, si Kecil tentu akan berusaha mendapatkannya kembali dari Ibu. Dengan kata lain, merayakan satu Momen Wow dapat memacu ia untuk memperlihatkan Momen Wow lainnya, Bu. Oleh sebab itu, agar si Kecil tumbuh menjadi Anak Wow, mengapresiasi tiap Momen Wow si Kecil menjadi salah satu langkah awal yang perlu lebih sering Ibu lakukan. 

4. Mempererat Ikatan Emosional antara Ibu dan si Kecil

Seperti yang telah disebutkan di poin sebelumnya, apresiasi dari Ibu mampu membuat si Kecil merasa berharga dan berarti. Perasaan ini kemudian membuat si Kecil senantiasa nyaman berdekatan dengan Ibu, karena ia tahu Ibu mencintainya. Hal ini tentu berimbas positif pada jalinan ikatan emosional antara Ibu dan si Kecil, kan?

Di samping manfaat mengapresiasi anak, psikolog yang saya jumpai via Live Chat juga memberi tahu tips untuk menunjukkan apresiasi pada si Kecil. Berikut saya bagikan infonya untuk Ibu.

-Apresiasikan lewat ekspresi cinta

Supaya bisa sekaligus menjadi sarana memberikan pendidikan karakter untuk anak, apresiasi perlu dilakukan secara tepat, Bu. Alih-alih menghujani si Kecil dengan beragam hadiah dalam bentuk barang, psikolog menyarankan Ibu untuk mengapresiasi si Kecil lewat ekspresi cinta, misalnya pujian, pelukan, ciuman, dan sebagainya.

Apresiasi lewat hal-hal yang bersifat materi dikhawatirkan membentuk si Kecil menjadi pribadi yang materialistis. Bila hal ini terjadi, si Kecil hanya akan bersemangat melakukan hal-hal positif bila mendapat imbalan. Sebaliknya, bila Ibu tidak menjanjikan barang-barang tertentu, ia tidak akan termotivasi.

-Lakukan dengan tepat

Selain memilih bentuk apresiasi yang tepat (lewat ekspresi cinta, bukan hal-hal berbau materi), Ibu juga perlu memastikan bahwa cara apresiasinya juga tepat.

Misalnya, sewaktu memuji si Kecil, tunjukkan bahwa Ibu melakukannya dengan tulus dan tidak berlebihan. Misalnya, “Terima kasih ya, Nak, sudah membantu membukakan pintu untuk Ibu tadi. Ibu bangga deh, sama kamu.” Pujian semacam ini lebih mengena di hati anak ketimbang pujian yang dibuat-buat, seperti, “Anak Ibu memang yang paling baik ya, di dunia. Tadi saja Ibu dibukakan pintu.”

Hal penting lainnya, berusahalah untuk berfokus pada proses, ketimbang hasil. Misalnya, sewaktu anak menjuarai lomba mewarnai saat perayaan 17 Agustus, akan lebih baik bila Ibu mengapresiasi pencapaian itu dengan mengucapkan, “Ibu suka cara adik mengombinasikan warna. Gambar ini jadi terlihat lebih ‘hidup’,” ketimbang berkata, “Wah Adik hebat ya, bisa mendapatkan piala dari lomba mewarnai.” Melalui cara ini, anak akan lebih bahagia saat Ibu menghargai proses dan usahanya, ketimbang hasilnya.

-Lakukan dengan konsisten

Ibu juga perlu konsisten dalam memberikan apresiasi untuk si Kecil. Hal ini dapat membantu si Kecil mengenali perilaku baik yang Ibu sukai dan tidak. Di usia batita seperti saat ini, membedakan kedua hal tadi bisa jadi bukan perkara mudah, Bu. Oleh sebab itu, apresiasi maupun teguran akan sangat membantunya.

Mulai hari ini, yuk, lebih sering tunjukkan apresiasi Ibu untuk si Kecil secara tepat supaya ia memperoleh keempat manfaat di atas. Perkembangan psikologi anak pun semakin positif dan ia akan tumbuh menjadi Anak Wow! Ibu juga bisa mengapresiasi si Kecil lewat cara lain dengan mengikutsertakannya di kompetisi Momen Wow 2017. Melalui tema #IdeAnakWow, Ibu bisa menceritakan kecerdasan dan spontanitas si Kecil ketika berinteraksi dengan orang serta lingkungan sekitarnya, melalui jawaban sesuai pertanyaan yang diajukan. Semangat terus mengapresiasi si Kecil, Bu!