Share Like
Simpan

Bu, supaya si Kecil tumbuh menjadi Anak Wow yang membanggakan, beragam stimulus positif perlu Ibu berikan padanya sejak bayi. Mulai dari stimulus yang merangsang perkembangan motorik hingga kemampuan sosial, daya imajinasi, serta kreativitas. Salah satu caranya adalah dengan mengajak si Kecil bermain boneka jari. Sampai di sini, mungkin Ibu bertanya-tanya, “Mengapa boneka jari?” Untuk itu, yuk, simak info yang saya rangkum dari diskusi bersama dokter anak via Live Chat di laman Facebook Ibu & Balita berikut ini!

Mengapa Bermain Boneka Jari?

Berbeda dengan orang dewasa, bayi  usia 0-4 bulan umumnya belum mampu melihat dengan jelas objek-objek yang letaknya jauh. Menurut para ahli, jarak pandang bayi di usia ini amat terbatas, yaitu berkisar 20-25 cm saja, Bu. Ini alasannya bayi cenderung terkesan tidak peduli dengan objek-objek yang jauh. Sebaliknya, ia tampak amat tertarik dengan objek yang didekatkan padanya. Saking tertariknya, saat ada objek yang mendekat, mata si Kecil akan terlihat membelalak. Tak berhenti sampai di situ, hal ini kemungkinan juga akan diiringi suara gelak tawa khas bayi yang menggemaskan. Nah, mengingat boneka jari dimainkan dalam jarak cukup dekat dari mata si Kecil,  bermain boneka jari dianggap sebagai salah satu cara efektif untuk memberi stimulasi pada bayi, Bu.

Manfaat Bermain Boneka Jari

 

Setelah tahu alasannya, selanjutnya, yuk, simak sederet manfaat bermain boneka jari untuk perkembangan bayi. Berikut selengkapnya, Bu.

1. Meningkatkan Kemampuan Mendengar dan Berbicara

Di usianya yang masih amat muda, bayi kesayangan Ibu memang belum mampu melakukan komunikasi dua arah. Tiap kali Ibu mengajaknya berkomunikasi verbal, ia hanya mampu membalas dengan tatapan, senyuman, ataupun tawa. Meski demikian, bukan berarti Ibu tak perlu mengajak bayi sering-sering berkomunikasi verbal, lho.

Ibu disarankan lebih sering mengajak bayi berbincang. Hal ini membuat si Kecil lebih sering mendengar berbagai kosakata secara langsung, Bu. Tak hanya menstimulasi indra pendengaran, obrolan dengan Ibu juga membuat si Kecil perlahan mengenal berbagai kosakata baru, sehingga memudahkan ia belajar bicara kelak.

2. Membantu Anak Komunikatif

Agar permainan boneka jari semakin menarik, tentu Ibu akan membangun cerita sederhana berisi dialog-dialog ringan antara tokoh yang satu dengan yang lainnya, bukan? Nah, semakin sering si Kecil melihat hal ini, ia jadi tahu bahwa saat ada yang bertanya atau mengajak berbincang, ia harus menanggapinya, Bu. Selain itu, si Kecil juga belajar bahwa saat menginginkan sesuatu, ia harus menyampaikannya. Dari sini, perlahan anak akan terbentuk menjadi pribadi yang komunikatif dan pandai bersosialisasi.

3. Merangsang Daya Imajinasi

Seiring bertambahnya usia si Kecil, sel-sel di otaknya kian matang, Bu. Bila tadinya ia hanya bisa menjadi penonton untuk pertunjukan boneka jari yang Ibu bawakan, kini ia perlahan mulai bisa menanggapi cerita Ibu atau bahkan membuat ceritanya sendiri. Hal ini tentu baik untuk daya imajinasi dan kreativitas anak, ya? Oleh sebab itu, begitu bayi kesayangan Ibu mulai belajar bicara, Ibu bisa menyisipkan pertanyaan-pertanyaan ringan terkait cerita yang tengah Ibu sampaikan. Misalnya, Ibu bisa berkata, “Menurut Adik, setelah ini, apa yang akan si Kancil lakukan?” Tidak masalah jika saat ini jawabannya masih tidak jelas dan terdengar seperti gumaman saja.

4. Meningkatkan Kemampuan Bersosialisasi

 

Seperti yang Ibu tahu, setiap anak terlahir dengan karakter berbeda. Ada yang pemberani dan ada pula yang sebaliknya, yaitu pemalu. Berbeda dengan si pemberani, si pemalu cenderung canggung saat bertemu orang baru dan berada di tengah lingkungan baru.

Kabar baiknya, dengan mengajak si Kecil lebih sering bermain boneka jari sejak dini, Ibu bisa membuat si pemalu lebih berani bersosialisasi, lho. Mengapa begitu? Sejak awal, anak sudah dibekali dengan kemampuan komunikasi yang lebih baik. Selain itu, karena sudah terbiasa melihat interaksi antartokoh di tiap cerita Ibu, si pemalu juga tidak akan khawatir berlebihan saat diajak berinteraksi oleh orang lain. Meski mungkin tidak selancar si pemberani, setidaknya si pemalu kesayangan Ibu akan berusaha merespon orang yang mengajaknya berinteraksi. Ia tidak langsung menghindar atau menunjukkan reaksi negatif begitu disapa dan didekati orang baru.

Nah, sudah tahu kan, Bu, ternyata ada banyak sekali manfaat positif dari permainan boneka jari untuk tumbuh kembang bayi? Oleh sebab itu, selain rutin mengajak anak bermain permainan pengasah perkembangan motorik, ajaklah si Kecil melakukan permainan yang memfasilitasinya belajar berkomunikasi dan berinteraksi, seperti permainan boneka jari. O iya, supaya pertunjukan boneka jari lebih menarik, Ibu bisa lho, menggunakan suara yang berbeda-beda untuk tiap karakter.

Selamat menyajikan pertunjukan boneka jari yang menarik untuk bayi kesayangan. Semoga kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi yang ia miliki kian terasah ya, Bu!