Share Like
Simpan

Si Kecil di rumah suka sekali melihat anjing yang lucu. Oleh sebab itu, ia kerap meminta seekor anjing peliharaan yang bisa ia rawat sendiri. Namun, saya sempat merasakan khawatir untuk memiliki hewan peliharaan, Bu. Ditambah lagi, sempat ada berita soal seorang anak digigit anjing hingga tewas. Saya jadi bertanya-tanya, apakah hewan peliharaan satu ini aman untuk si Kecil? Untuk itu, saya pun mencari sejumlah informasi berikut ini.

Kenali Naluri Binatang

Pertama-tama, Ibu harus paham bahwa peliharaan, baik anjing, kucing, atau pun hewan melata, punya naluri binatang yang tidak bisa hilang. Saat merasa dalam bahaya, hewan akan menyerang, meskipun itu pemiliknya. Menurut data Centers for Disease Control, Amerika Serikat, sekitar 2,3 juta anak di AS digigit anjing setiap tahunnya. Beberapa di antaranya mengalami infeksi dan cedera serius sehingga perlu penanganan medis lebih lanjut.

Apa yang Harus Dilakukan Bila Terlanjur Digigit?

Ibu tentu tak ingin si Kecil mengalami kecelakaan seperti digigit anjing. Namun, apabila terlanjur terjadi, Ibu bisa melakukan beberapa hal ini.

  • Hentikan pendarahan. Anjing memiliki gigi tajam yang kuat, sehingga mampu mengoyak dan merusak jaringan kulit dengan mudah saat menggigit. Akibatnya, si Kecil akan mengalami pendarahan. Oleh sebab itu,  Ibu harus menghentikan pendarahannya terlebih dulu. Gunakan handuk bersih untuk menekan bagian luka supaya pendarahan berkurang hingga berhenti.
  • Segera bersihkan luka. Setelah pendarahan berhenti, segera bersihkan luka si Kecil dengan air bersih mengalir, lalu balut dengan perban. Hindari mendiamkan luka terlalu lama tanpa dibersihkan karena gigitan hewan bisa membawa bakteri dan menimbulkan infeksi.
  • Beri cairan antibiotik untuk mencegah infeksi. Gunakan antibiotik setiap mengganti perban selama beberapa hari sekali. Selain itu, selalu gunakan perban yang steril untuk menutup luka si Kecil ya, Bu.
  • Hubungi Dokter. Saat luka bekas gigitan terasa sangat sakit dan pendarahan tak kunjung berhenti, bisa jadi luka si Kecil lebih dalam dari yang terlihat. Segera hubungi dokter untuk mencegah risiko lainnya.
  • Suntik rabies. Setelah luka terbuka diatasi, berikan pencegahan dari dalam agar si Kecil tidak terjangkit rabies. Salah satu cara mencegah rabies adalah memberikan suntik rabies sesuai petunjuk dokter.

Hal yang paling pentik ketika anak digigit anjing, Ibu harus tetap tenang agar bisa segera memberikan pertolongan. Semoga informasi ini bisa membantu Ibu yang ingin mempunyai anjing sebagai peliharaan di rumah, ya.