Share Like
Simpan

Memelihara hewan piaraan tak semudah yang diperkirakan orang. Malah harus ekstra hati-hati, karena hewan-hewan itu bisa saja melukai maupun menularkan kuman penyakit. Apalagi bila ada anak-anak kecil yang biasanya mudah memeluk hewan tanpa memikirkan segala bahayanya.

Mengurangi risiko keselamatan dan kesehatan yang mengancam dari hewan dapat dilakukan dengan:

  • mengawasi anak-anak saat sedang berdekatan atau bermain dengan hewan
  • ajarkan anak untuk selalu mencuci tangan setelah menyentuh atau bermain dengan hewan
  • ajarkan anak cara bermain yang aman dengan hewan, termasuk menghindari tanda-tanda bahaya
  • kenali tanda-tanda hewan sakit; pisahkan hewan sakit dari anak-anak
  • lakukan vaksinasi dan pengobatan rutin untuk setiap hewan piaraan untuk meminimalkan risiko parasit, seperti cacing dan kutu.


Beberapa risiko bahaya dari hewan piaraan yang perlu diwaspadai, yakni:

  • gigitan dan cakaran (yang bisa berisiko serius)
  • alergi atau asma yang dipicu oleh air liur, bulu, dan serpihan kulit
  • penyakit zoonosis, yakni penyakit hewan yang ditularkan pada manusia (paling berisiko bagi anak-anak kecil dan orang lanjut usia)
  • ibu hamil, sebab sistem kekebalan tubuh janin belum berkembang sempurna.


Dalam keluarga yang sangat suka pada anjing, seringkali hewan ini dianggap sebagai bagian dari keluarga. Namun seberapa besar pun rasa cinta pada hewan piaraan tetap harus waspada. Anjing yang lembut sekalipun berpotensi menggigit jika merasa terancam. Jangan tinggalkan anak di bawah umur 10 tahun hanya ditemani/bermain dengan anjing, meski hanya sebentar.

Terhadap anjing kesayangan keluarga, sebaiknya perhatikan berikut ini:

  • bisa menularkan penyakit infeksi yang bisa membahayakan, seperti cacing, kutu, caplak, skabies, kurap, dan lainnya
  • bisa menyebabkan kulit gatal-gatal kemerahan atau iritasi lain
  • beritahukan si Kecil agar jangan memeluk dan mencium anjing (berisiko pula digigit); jangan mengganggu anjing tidur; jangan lari atau berteriak dekat anjing
  • taruh piring makanannya di tempat terpisah dan di piring khusus, jangan memberi makan langsung dari tangan siapa pun
  • jangan menatap mata anjing, meski anjing kesayangan
  • jangan lerai saat anjing-anjing berkelahi
  • usap-usaplah anjing di dagu, leher, atau dada sebelah samping, bukan di kepalanya.


Bila kucing yang menjadi hewan kesayangan, nasihat di atas tetap harus diperhatikan, meski kucing tidak segalak anjing. Kucing lebih banyak tidur atau tiduran dibandingkan anjing. Rata-rata kucing tidur 13-14 jam sehari, dan bisa lebih bagi kucing ‘tanggung’. Bahkan ada jenis kucing yang mampu tidur hingga 20 jam sehari.

Kucing bisa menularkan beragam penyakit infeksi, parasit, atau menyebabkan luka akibat cakaran. Yang perlu pula diperhatikan adalah kencingnya, karena kucing bisa kencing di mana saja. Secara alamiah, kucing akan menyebarkan kencingnya sebagai penanda teritorinya.

Berikut ini beberapa saran agar si Kecil aman dari gangguan kucing:

  • jangan biarkan si Kecil mengangkat kucing
  • jangan mengejar kucing, apalagi yang baru dipelihara, karena bisa menggigit bila merasa terancam
  • jangan mengganggu kucing yang sedang tidur atau makan
  • biarkan kucing bermain dengan mainannya sendiri, misalnya kantong kertas.


Nah, Ibu, seberapa pun besarnya rasa sayang pada hewan piaraan, tetap utamakan keselamatan si Kecil, ya. Biarlah ia belajar tentang mengasihi makhluk hidup tanpa mendapatkan risiko apa pun.