Share Like
Simpan

Halo, Bu! Senang ya, melihat si Kecil yang sedang berkembang. Setiap hari, ada saja hal-hal menggemaskan yang ia lakukan, sehingga kita ingin selalu bermain dengannya. Saya jadi ingat ketika si Kecil masih bayi, salah satu permainan favoritnya adalah cilukba. Wajahnya langsung sumringah dan keluar senyum, sampai terdengar tawa renyah dari mulutnya. Gemas sekali! Apakah si Kecil di rumah juga begitu? Setelah saya cari tahu lebih dalam, ternyata ada alasannya mengapa bayi suka bermain cilukba lho, Bu.

Saat bermain cilukba, Ibu akan menutup wajah, kemudian secara tiba-tiba membuka wajah sambil mengeluarkan suara ‘ba!’ yang akan mengejutkan si Kecil. Ini bisa membuatnya tertawa dan terus begitu setiap kali Ibu melakukannya.

Menurut artikel yang saya baca dari BBC.com, saat bermain cilukba, si Kecil sedang mempelajari sesuatu dalam pikirannya. Pasalnya, ia masih begitu muda, belum memiliki banyak pemahaman dan pengalaman. Seorang psikolog asal Swiss, Jean Piaget, mengatakan bahwa cilukba tidak hanya sebuah permainan, tapi ini bisa jadi kesempatan si Kecil untuk mempelajari prinsip keberadaan sebuah objek atau benda. Tak hanya itu, permainan cilukba juga bisa dijadikan sebagai aktivitas untuk melatih otot matanya sejak dini.

Tawa yang terjadi ketika bermain cilukba merupakan reaksinya ketika merasa terkejut saat sesuatu yang hilang di hadapannya, ternyata kembali lagi. Bagi si Kecil, saat kita menutup wajah, kita benar-benar menghilang. Saat kita mengejutkannya dengan membuka wajah sambil menunjukkan mimik tertentu dan muncul lagi di hadapannya, hal itu terlihat menarik serta menyenangkan, sehingga ia tertawa.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti bernama Gerrod Parrott dan Henry Gleitman, ditemukan fakta bahwa permainan cilukba ini akan berkembang sesuai dengan usia si Kecil. Saat masih berusia nol hingga delapan bulan, ia akan sangat menikmati permainan cilukba dasar tersebut. Namun, seiring bertambahnya usia si Kecil, permainan cilukba dasar ini akan berkurang sisi menyenangkan dan kelucuannya.

Jika ia sudah sampai pada tahap ini, permainan cilukba harus dilakukan secara berbeda, yaitu Ibu bersembunyi di suatu tempat yang tidak terlihat olehnya, kemudian kejutkan si Kecil secara tiba-tiba dengan kembali muncul di hadapannya. Di usia setahun, biasanya anak mulai bisa memahami konsep bahwa ia dapat mengendalikan dan melakukan hal itu: bersembunyi dan kemudian memunculkan kembali dirinya sendiri.

Permainan cilukba memiliki banyak manfaat bagi si Kecil, terutama jika sering dilakukan. Ini akan membantu mengembangkan pemahamannya tentang sesuatu yang bisa ia kendalikan, begitu juga tentang hal-hal yang bisa membuat perasaannya terkejut.

Nah, sekarang Ibu sudah tahu manfaat bagi si Kecil dengan bermain cilukba. Ibu bisa menjadikan aktivitas ini sebagai permainan rutin bersamanya. Selamat bermain dengan si Kecil ya, Bu!