Halo, apa kabar Bu? Sembari menanti kehadiran si Kecil, Ibu tentu sudah menyiapkan berbagai perlengkapan bayi dan metode persalinannya, ya. Jika Ibu dihadapkan dengan kemungkinan melahirkan dengan cara Cesarean Section atau operasi Caesar, tentu muncul perasaan was-was dan khawatir akan kemungkinan penyakit yang timbul setelah operasi caesar bagi ibu dan bayi.

Banner AKP
Banner Register

Supaya Ibu semakin mantap untuk mengambil keputusan, berikut ada beberapa risiko penyakit yang timbul setelah operasi caesar dan hal-hal yang perlu diperhatikan agar kondisi Ibu cepat pulih.

Penyakit yang Timbul Setelah Operasi Caesar bagi Ibu

Efek samping setelah operasi caesar tentunya menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi Ibu. Selain khawatir akan dirinya sendiri, Ibu juga pastinya mengkhawatirkan si Kecil bukan?

Meski metode persalinan ini dinilai aman, tetap saja ada beberapa risiko penyakit yang timbul setelah operasi caesar. Efek samping setelah operasi caesar bisa dirasakan oleh ibu dan bayi. Adapun beberapa penyakit yang kemungkinan akan dirasakan oleh ibu, diantaranya:

  1. Infeksi luka yang menyebabkan kemerahan, pembengkakan, peningkatan rasa sakit dan keluarnya cairan dari luka operasi
  2. Infeksi pada lapisan rahim dengan gejala demam, sakit perut, keputihan yang tidak normal dan pendarahan hebat pada vagina
  3. Terjadinya pendarahan berlebihan. Pada kasus yang parah mungkin memerlukan transfusi darah atau bahkan operasi lebih lanjut untuk menghentikan pendarahan
  4. Deep Vein Thrombosis (DVT) atau pembekuan darah di kaki yang dapat menyebabkan rasa sakit, bengkak, dan bisa sangat berbahaya jika menjalar ke paru-paru (emboli paru)
  5. Kerusakan pada kandung kemih atau saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih mungkin memerlukan pembedahan lebih lanjut

Tingkat keparahan risiko-risiko penyakit yang timbul setelah operasi caesar di atas tergantung dari beberapa hal seperti kondisi kesehatan ibu.

Artikel Sejenis

Penyakit yang Timbul Setelah Operasi Caesar bagi Bayi


Si Kecil ternyata juga berisiko terkena penyakit yang timbul setelah operasi caesar. Menurut NHS, berikut beberapa risiko persalinan dengan operasi caesar bagi bayi:

  1. Luka di kulit bisa terjadi pada buah hati Ibu yang muncul secara tidak sengaja saat rahim terbuka. Namun, luka ini biasanya berukuran kecil dan bisa disembuhkan.
  2. Kesulitan bernapas biasanya dialami bayi yang lahir sebelum usia kehamilan memasuki 39 minggu. Ibu tak perlu khawatir karena kondisi akan membaik setelah beberapa hari.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Operasi Caesar

Begitu mengetahui apa saja kemungkinan risiko penyakit yang timbul setelah operasi, Ibu juga perlu tahu beberapa hal yang harus menjadi perhatian pasca persalinan secara caesar. Yuk, simak pembahasan berikut.

  • Periksakan Diri Ke Dokter

    efek samping setelah operasi caesar

    Berapa lama nyeri operasi caesar hilang? Meskipun sudah pulang dari rumah sakit, sebaiknya Ibu memeriksakan diri ke dokter secara berkala sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan oleh Dokter. Ini berguna untuk memastikan kondisi pemulihan setelah operasi berjalan lancar. Ibu juga bisa menanyakan apa saja aktivitas yang bisa mulai kembali dilakukan saat konsultasi, lho.

  • Hindari Aktivitas Berlebihan

    Selama empat sampai enam minggu pasca operasi, Ibu disarankan untuk meninggalkan berbagai aktivitas berat seperti berolah raga dan mengangkat benda berat. Pasalnya, berapa lama nyeri operasi caesar hilang tergantung dari aktivitas yang dikerjakan. 

    Bahkan, dikatakan bahwa benda terberat yang boleh Ibu angkat adalah si Kecil. Sebaiknya, mintalah bantuan orang terdekat seperti suami atau Ibu untuk membantu di rumah selagi dalam masa pemulihan.

  • Perhatikan Posisi Tidur

    Cara bangun setelah operasi caesar juga perlu diperhatikan, lho Bu. Pada 24 jam pertama setelah operasi caesar, Ibu akan disarankan untuk bangun dari tempat tidur atau pergi ke kamar mandi. Kondisi ini membantu memulai proses pemulihan pasca operasi caesar. 

    Di samping itu, cara bangun setelah operasi caesar ini bisa membuat Ibu terbiasa bergerak dengan sayatan. Bergeraklah secara perlahan karena Ibu mungkin dapat mengalami pusing atau sesak napas.

  • Biasakan Berjalan Kaki

    Banyak beristirahat dan tidur yang cukup memang penting untuk masa penyembuhan. Namun, Ibu juga harus menyeimbangkannya dengan kegiatan ringan, misalnya berjalan kaki untuk mempercepat proses pemulihan dan memperlancar peredaran darah. 

    Sedikit tips berguna, coba ajak suami untuk berjalan santai sambil mengobrol di pagi hari. Tidak perlu jauh-jauh, cukup dengan berjalan di halaman/jalanan sekitar rumah sambil menikmati udara pagi yang sejuk juga bisa terasa menyenangkan, lho.

  • Rawatlah Bekas Luka

    Ciri-ciri operasi caesar sembuh bisa dilihat dari bekas luka. Usai Ibu menjalani operasi caesar, akan timbul bekas luka berbentuk garis memanjang di bagian bawah perut. Namun, Ibu tak perlu khawatir karena bekas luka ini lama kelamaan akan tersamar dengan warna kulit seiring berjalannya waktu.

    Jika bekas luka sudah mulai terlihat seperti garis tipis dengan warna yang tersamar, ini menjadi salah satu ciri-ciri operasi caesar sembuh. Nah, selama masa pemulihan, sehari-hari bersihkanlah bekas luka menggunakan air dan sabun saat mandi seperti biasa.

  • Waspadai Infeksi

    Bu, selain merawat bekas luka, perhatikan pula apabila timbul gejala-gejala tertentu yang menandakan terjadinya infeksi. Waspadalah jika bekas luka operasi terlihat kemerahan, bengkak, atau jika Ibu tiba-tiba mengalami demam. Meskipun risiko infeksi ini kecil, tak ada salahnya untuk selalu berhati-hati, bukan? Jika satu atau beberapa gejala tersebut timbul, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter ya, Bu.

  • Dukungan Teman dan Keluarga

    Memperoleh dukungan dari teman dan keluarga bisa menjadi faktor yang penting untuk mempercepat masa pemulihan. Ibu bisa mengundang teman-teman datang ke rumah untuk mengobrol santai sambil bermain dan bercengkrama dengan si Kecil. Meskipun begitu, selalu pastikan Ibu mendapatkan waktu istirahat yang cukup, ya. Hindari menerima terlalu banyak kunjungan yang dapat menyebabkan Ibu jadi kelelahan.

    Jika ada teman atau keluarga yang menawarkan bantuan, jangan sungkan untuk menerimanya ya, Bu. Sedikit bantuan dari orang-orang terdekat dapat meringankan beban fisik dan emosional sehingga masa pemulihan Ibu pun akan lebih cepat terlewati.

Bagaimana, Bu? Sudah yakin untuk memilih metode persalinan yang diinginkan? Supaya semakin mantap, sebaiknya konsultasikan hal ini dengan dokter kandungan terlebih dahulu untuk mendapatkan solusi terbaik, ya. Semoga persalinan Ibu berjalan lancar!