Whatsapp Share Like Simpan

Saat hamil, pasti akan muncul beberapa masalah kesehatan yang mengganggu kenyamanan Ibu, salah satunya adalah tenggorokan kering. Meskipun sering dianggap sepele, tetapi kondisi ini bisa memicu masalah kesehatan yang lebih serius lho. Namun, Ibu tidak perlu khawatir ya, karena ada beberapa cara mengatasi tenggorokan kering di masa kehamilan. Sebelum mengetahui cara mengatasi tenggorokan kering, Ibu juga perlu mengenali beberapa penyebabnya terlebih dahulu. 

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi tenggorokan kering saat hamil agar langkah penanganan dan pencegahan dapat dilakukan sejak awal. Jadi, Ibu bisa menjalani hari lebih nyaman di masa kehamilan.

Penyebab Sakit Tenggorokan Saat Hamil

Kondisi tenggorokan kering saat hamil dapat disebabkan oleh berbagai hal. Sebelum Ibu memahami cara mengatasi tenggorokan kering, berikut ini adalah beberapa penyebabnya:

  1. Asam lambung naik (GERD)

    Ibu kerap mengalami asam lambung? Pasti rasanya gak enak banget kan, Bu? Mungkin salah satu masalah yang muncul adalah tenggorokan terasa kering. Ya, asam lambung yang naik kembali ke kerongkongan bisa mencapai tenggorokan dan menyebabkan iritasi. 

    Akibatnya, tenggorokan akan terasa lebih kering, gatal, dan perih. Selain itu, asam lambung yang kambuh (GERD) juga dapat menunjukkan gejala lain, seperti batuk kering, sulit menelan, rasa panas dan terbakar di bagian dada, hingga suara Ibu jadi serak. Nah, kalau sudah mengetahui penyebabnya begini, berarti akan lebih mudah bagi Ibu untuk mengetahui cara mengatasi tenggorokan kering dengan tepat. 

    Artikel Sejenis

  2. Infeksi

    Selain GERD, tenggorokan kering saat hamil juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, hingga jamur. Infeksi ini dapat menyebabkan radang tenggorokan, sehingga memicu rasa sakit pada tenggorokan dan membuat Ibu jadi kurang nyaman saat menelan. 

  3. Muntah

    Ternyata tenggorokan kering juga bisa disebabkan oleh muntah lho, Bu. Kebanyakan Ibu hamil pasti akan merasakan mual dan muntah karena hormon kehamilan yang meningkat. Saat Ibu muntah berlebihan, biasanya kondisi ini disebut dengan hiperemesis gravidarum. Kalau dibiarkan dalam waktu yang lama, muntah dapat memunculkan luka pada tenggorokan sehingga Ibu merasakan sakit atau nyeri. 

Selain beberapa kondisi di atas, tenggorokan kering pada ibu hamil juga dapat disebabkan oleh luka atau cedera di tenggorokan akibat makanan, baik akibat duri ikan atau sering berteriak. Ibu hamil yang memiliki asma juga berpotensi mengalami tenggorokan kering ketika asmanya kambuh.

Selain memicu rasa tidak nyaman, tenggorokan kering pada ibu hamil terkadang disertai dengan beberapa gejala, seperti:

  • Tenggorokan terasa sakit atau gatal
  • Leher terasa sakit saat ditekan atau dipegang
  • Pilek, batuk, dan bersin
  • Sakit kepala
  • Pegal-pegal
  • Nafsu makan berkurang
  • Bau mulut
  • Demam

Dari beberapa penyebab di atas, Ibu mungkin semakin yakin untuk mengetahui cara mengatasi tenggorokan kering saat hamil agar bisa diatasi dengan tepat. Nah, setelah ini kita akan membahas mengenai cara mengatasi tenggorokan kering saat hamil, jadi simak penjelasannya sampai selesai ya, Bu! 

Cara Mengatasi Tenggorokan Kering Saat Hamil

Berikut ini adalah cara mengatasi tenggorokan kering di masa kehamilan dengan beberapa perawatan yang dapat dilakukan di rumah:

  • Berkumur dengan air garam

    Cara mengatasi tenggorokan kering saat hamil Ibu dapat memanfaatkan air garam sebagai obat kumur. Manfaat berkumur dengan air garam dapat menghilangkan rasa gatal pada tenggorokan, membunuh bakteri, mengurangi pembengkakan, dan mengencerkan dahak. Ibu cukup melarutkan setengah sendok teh garam dengan segelas air hangat. Berkumurlah secara rutin setiap 3 jam sekali atau lebih.

  • Gunakan campuran lemon dan madu

    Cara mengatasi tenggorokan kering dengan memanfaatkan campuran air lemon dan madu. Campuran lemon dan madu ini berfungsi sebagai obat sakit tenggorokan saat hamil bisa menjadi pilihan. 

    Caranya sangat mudah, yaitu hanya dengan menambahkan potongan lemon dan madu ke dalam teh hangat. Menurut sebuah penelitian, madu bisa menjadi bahan yang efektif dalam proses penyembuhan luka. Oleh karena itu, madu bisa mempercepat penyembuhan sakit tenggorokan.

  • Perbanyak minum air putih

    Memperbanyak minum air putih dapat mengencerkan dahak dan melegakan tenggorokan. Tak hanya itu, mencukupi kebutuhan cairan tubuh juga dapat mencegah Bumil dari risiko dehidrasi. Oleh karena itu, jangan ragu untuk banyak minum air putih.

Cara Mencegah Tenggorokan Kering Saat Hamil

Setelah cara mengatasi tenggorokan kering, Ibu juga perlu tahu cara mencegah tenggorokan kering di masa kehamilan. Ada beberapa langkah pencegahan yang dapat Ibu lakukan di rumah, di antaranya:

  1. Cukup istirahat dan hindari stres

    Ibu hamil disarankan untuk mencukupi waktu istirahat dan menghindari stres selama kehamilan. Tujuannya agar sistem imun meningkat. Sistem imun yang meningkat dapat mencegah Ibu terhindar dari penyakit akibat infeksi, termasuk tenggorokan kering.

  2. Konsumsi makanan bernutrisi

    Mengonsumsi makanan bernutrisi saat hamil adalah salah satu cara mengatasi tenggorokan kering. tidak hanya baik untuk tumbuh kembang janin namun juga kondisi kesehatan. Beberapa jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi Bumil adalah buah-buahan dan sayuran. Kandungan vitamin dan mineral di dalam buah dan sayur dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam melawan kuman penyebab infeksi.

  3. Konsumsi vitamin kehamilan

    Agar kondisi kehamilan tetap terjaga, Ibu bisa mengonsumsi vitamin prenatal terutama pada trimester pertama kehamilan. Namun, sebelum Ibu hamil mengonsumsi vitamin kehamilan, konsultasikan lebih dahulu ke dokter untuk mengetahui dosis yang tepat.

  4. Cuci tangan setiap saat

    Cara mengatasi tenggorokan kering juga bisa dilakukan dengan rutin mencuci tangan. Hal sederhana ini dapat mencegah risiko penularan penyakit. Biasakan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan toilet, maupun setelah bersin dan batuk.

  5. Hindari kontak dengan orang yang sakit

    Salah satu cara mengatasi tenggorokan kering adalah dengan menghindari kontak langsung dengan penderita sakit tenggorokan. Cara mengatasi tenggorokan kering ini juga bisa mencegah risiko penularan kuman penyebab sakit tenggorokan. Selain itu, hindari pula berbagi peralatan makan seperti piring dan gelas dengan penderita sakit tenggorokan.

Tenggorokan kering saat hamil merupakan hal yang umum terjadi. Namun, Ibu sebaiknya selalu menjaga kesehatan tubuh, terutama pada kehamilan trimester pertama. Sebab organ tubuh bayi mulai terbentuk dan memerlukan nutrisi yang cukup. 

Jika cara-cara mengatasi tenggorokan kering tersebut sudah dilakukan namun tak kunjung hilang atau bahkan disertai gejala sulit menelan dan bernapas, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan dan menentukan penanganan yang tepat.

Selain mengetahui cara mengatasi tenggorokan kering tersebut, Ibu juga bisa mengonsumsi susu Frisian Flag PRIMAMUM bisa menjadi pilihan tepat karena mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Susu ini juga diperkaya dengan tinggi asam folat, omega 3 (ALA), dan omega 6 (LA) untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil serta kesehatan Ibu. 

Selain itu, susu Frisian Flag PRIMAMUM mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah dengan kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel si Kecil.

Susu Frisian Flag PRIMAMUM termasuk susu dengan harga ekonomis dengan nutrisi lengkap yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Tersedia dalam rasa cokelat yang lezat dan tidak membuat Ibu merasa enek atau mual.

Selain fokus menjaga kesehatan diri sendiri, Ibu juga harus terus memantau tumbuh kembang janin dalam kandungan. Apalagi jika Ibu sudah memasuki trimester 3, sebaiknya Ibu sudah tahu Hari Perkiraan Lahir (HPL) agar bisa mempersiapkan diri lebih baik.

HPL bisa Ibu ketahui dengan menggunakan fitur Kalkulator Kehamilan yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima. Akademi Keluarga Prima dapat menemani keluarga prima berkembang dari masa kehamilan hingga 6 tahun pertama kehidupan si Kecil.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz