Share Like
Simpan

Siapa sangka bayi kesayangan Ibu yang mungil sudah mengenal empati. Awalnya, saya pun tidak percaya. Menurut saya dulu, bayi bahkan belum melihat, apalagi merasakan empati. Ternyata, saya keliru. Pikiran saya terbuka ketika saya mulai membaca sejumlah artikel mengenai psikologi bayi, Bu. Saya mencoba merangkum sejumlah informasi ini supaya Ibu mudah mengetahuinya.

1. Empati Muncul Sejak di Dalam Kandungan

Pernahkah Ibu merasakan gerakan si Kecil saat masih di dalam kandungan? Coba ingat-ingat kapan si Kecil bereaksi seperti itu. Saya ingat, sewaktu trimester ketiga kehamilan, saya pernah menangis kencang karena menonton drama televisi. Tiba-tiba saja si Kecil mulai bergerak dan menegang di dalam kandungan. Ia seakan-akan merasakan kesedihan yang saya rasakan. Ternyata, setelah saya membaca berbagai artikel psikologi, hal itu benar, Bu! Gerakan-gerakan tersebut merupakan bentuk empati si Kecil terhadap Ibunya. Ini menjelaskan alasan Ibu hamil sebaiknya menghindari perasaan sedih. Kesedihan Ibu ternyata bisa dirasakan si Kecil dalam kandungan, Bu.

2. Ikut Menangis Saat Ada Bayi Lain Menangis

Pengalaman saya berkunjung ke ruang perawatan bayi juga mengesankan, Bu. Waktu itu, ada seorang bayi yang menangis. Beberapa detik kemudian, bayi-bayi lain mulai ikut menangis, termasuk buah hati saya. Menurut artikel psikologi yang saya baca, tangisan bersahutan itu adalah bentuk empati bayi terhadap lingkungan sekitarnya. Sungguh ajaib, Bu!

3.Meniru Ekspresi Wajah

Awalnya, bayi memang belum dapat mengekspresikan perasaannya lewat ekspresi wajah. Namun, seiring berjalannya waktu, si Kecil mulai bisa menampilkannya. Saya pernah memperhatikan buah hati saya tersenyum karena gembira. Mimik wajahnya mirip ketika saya sedang senang, Bu. Si Kecil ternyata meniru wajah Ibunya dan itu termasuk dalam empati, Bu.

4. Berusaha Menghibur

Saya juga pernah mengajak si Kecil bermain di taman bermain. Di sana, si Kecil asyik main ayunan bersama teman sebaya. Tiba-tiba, teman si Kecil menangis. Lucunya, si Kecil menghiburnya dengan memberikan kue kesukaannya. Lagi-lagi, menurut artikel yang saya baca, di umur 13-15 bulan, si Kecil mulai melakukan aksi terhadap rasa empati, Bu. Menghibur orang lain adalah salah satu caranya sekaligus menunjukkan perkembangan psikologi bayi.

Wah, meskipun usianya masih sangat muda, bayi ternyata hebat dan cerdas ya, Bu. Selain itu, bila si Kecil bisa menunjukkan rasa empatinya, hal tersebut menunjukkan proses tumbuh kembangnya optimal. Yuk, asah terus rasa empati si Kecil. Semoga informasinya bermanfaat, Bu!