Whatsapp Share Like
Simpan

Selama hamil, kebutuhan nutrisi Ibu akan meningkat karena diperlukan untuk tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Nutrisi tersebut bisa diperoleh dari mengkonsumsi makanan bergizi setiap hari. Apabila diperlukan, Ibu juga bisa menambahnya dengan susu ibu hamil.

Diformulasikan khusus bagi Ibu yang sedang mengandung, susu ibu hamil idealnya harus mengandung beberapa nutrisi yang tak hanya baik untuk janin tapi juga bagi sang ibu. Nah, bagi Ibu yang sedang bingung memilih susu kehamilan mana yang terbaik, bacalah dulu label kandungan gizi yang tertera di dalam kemasan ya, Bu. Pastikan susu tersebut mengandung daftar nutrisi berikut ini:

Protein

Protein adalah bahan dasar untuk membentuk jaringan tubuh dan sel janin sehingga menjadikannya sebagai salah satu nutrisi penting yang harus dipenuhi selama Ibu mengandung. Selain itu, protein juga membantu menghasilkan sel darah merah untuk Ibu dan janin. Saat hamil, Ibu direkomendasikan untuk mendapatkan asupan protein sebanyak 40-70 gram per hari.

Vitamin A

Vitamin A diperlukan untuk perkembangan organ janin, seperti ginjal, mata, paru-paru, jantung, serta tulang. Vitamin A juga berfungsi untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Ibu supaya tidak mudah sakit. Kondisi beberapa Ibu saat hamil memang menjadi lebih rentan terserang penyakit. Maka dari itu Ibu akan memerlukan vitamin ini agar daya tahan tubuh Ibu menjadi lebih kuat.

Vitamin D

Di dalam susu ibu hamil yang ideal juga sebaiknya mengandung vitamin D, Bu. Vitamin D merupakan jenis vitamin yang berperan penting bagi tulang. Vitamin ini baik untuk kekuatan tulang Ibu dan janin. Di samping untuk tulang, vitamin D juga dapat membantu fungsi kerja otot janin, mengoptimalkan penyerapan kalsium oleh tubuh, melawan infeksi, serta mencegah diabetes dan beberapa jenis kanker. Ibu hamil akan membutuhkan kurang lebih 15 mg setiap harinya.

Artikel Sejenis

Zat Besi

Ibu akan sangat membutuhkan zat besi selama mengandung. Untuk itu susu ibu hamil sebaiknya tinggi akan kandungan nutrisi tersebut. Zat besi bermanfaat untuk mencegah keguguran, meningkatkan produksi sel darah merah untuk janin, membantu perkembangan organ tubuh janin, dan memperkecil resiko kelahiran prematur,.

Omega 3

Selanjutnya ada omega 3 yang memiliki banyak manfaat. Beberapa manfaat tersebut adalah:

  1. Untuk menurunkan resiko bayi memiliki alergi
  2. Mencegah kelahiran prematur
  3. Mengurangi resiko penyakit jantung pada Ibu dan janin
  4. Mencerdaskan otak janin
  5. Menghindarkan Ibu dari terkena baby blues.

Asam folat

Asam folat berperan dalam menghasilkan sel darah merah dan protein, mencegah janin terkena cacat jantung bawaan, bibir sumbing, cacat tabung saraf, dan yang utama yaitu untuk mengurangi risiko kelahiran prematur. Asam folat paling dibutuhkan bagi ibu hamil, khususnya di trimester pertama kehamilan, sebab sistem saraf dan otak janin sedang terbentuk dan berkembang pesat pada waktu tersebut. Asupan asam folat yang dibutuhkan Ibu selama mengandung adalah sekitar 400 mg per hari.

Baca juga: Susu Ibu Hamil vs Suplemen Kalsium

Kalsium

Kalsium yang terkandung di dalam susu ibu hamil berfungsi untuk membentuk otot dan tulang yang kuat bagi Ibu. Sementara untuk janin, kalsium berfungsi untuk perkembangan jantung, menjaga kestabilan detak jantung, menjaga fungsi saraf, mendukung pembekuan darah, pembentukan gigi dan tulang, serta perkembangan otot dan saraf. Pada perempuan berusia 19 tahun ke atas akan membutuhkan kalsium sebanyak 1.000 mg per hari, baik sebelum hamil, selama hamil, dan setelah melahirkan.

Rendah Lemak

Saat hamil Ibu tetap membutuhkan asupan lemak tak jenuh yang berfungsi untuk pembentukan sel-sel baru, meningkatkan kolesterol baik (HDL), meningkatkan sensitivitas insulin, membantu menjaga berat badan, dan menurunkan risiko penyakit stroke dan jantung. Namun Ibu tetap harus mengontrol jumlah asupan lemak yang masuk ke tubuh dengan memilih susu ibu hamil yang rendah lemak. Tujuannya adalah untuk menghindarkan Ibu dari kenaikan berat badan berlebih, mengurangi risiko bayi terlahir besar, serta menurunkan risiko penyakit diabetes gestasional dan preeklampsia.

Yodium

Orang dewasa membutuhkan iodium harian sebanyak 150 mg. Sementara untuk ibu hamil akan membutuhkan lebih banyak iodium, yakni sebanyak 220 mg. Kekurangan yodium akan berisiko menyebabkan terhambatnya perkembangan otak janin, sehingga bisa menurunkan tingkat kecerdasan anak di masa depan.

Bagaimanakah Susu Ibu Hamil yang Direkomendasikan?

Saat memeriksa kandungan nutrisi pada label kemasan, Ibu juga perlu memastikan bahwa susu tersebut sudah melalui proses pasteurisasi yang ditandai dengan tulisan ‘telah dipasteurisasi’. Mengapa sebaiknya memilih susu dengan proses tersebut?

Proses pasteurisasi bertujuan untuk membunuh bakteri berbahaya, seperti Salmonella, E.coli, dan Listeria, yang banyak terkandung pada susu sapi. Proses ini dilakukan dengan pemanasan menggunakan suhu tinggi tanpa merusak kandungan gizi yang kaya manfaat di dalamnya. Jika mengkonsumsi susu yang terkontaminasi bakteri tersebut, ibu hamil dapat mengalami keguguran, kematian janin, maupun kematian pada bayi yang baru lahir.

Sangat penting untuk memperhatikan asupan nutrisi yang masuk ke tubuh saat sedang mengandung, Bu. Memilih susu ibu hamil pun harus sangat selektif supaya Ibu tetap memperoleh asupan yang dibutuhkan bagi Ibu dan janin. Susu Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA dapat menjadi pilihan bagi Ibu, karena susu ini sudah mengandung nutrisi yang lengkap. Di antara kandungan tersebut adalah protein, karbohidrat dan lemak, Serat pangan (Inulin), Tinggi Zat Besi, Tinggi Kalsium, Tinggi Asam folat, serta 29 multivitamin dan mineral.

Jika Ibu ingin berkonsultasi seputar kehamilan, bisa langsung berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Para ahli di sana akan membantu menjawab pertanyaan Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

Sumber:

Alodokter