Whatsapp Share Like
Simpan

Sebentar lagi bulan Ramadhan datang nih, Bu. Apakah Ibu sudah mempersiapkan diri untuk menjalani ibadah puasa? Bagaimana dengan buah hati, sudahkah Ibu mengajarinya untuk puasa Ramadhan? Hal ini bisa menjadi pekerjaan yang cukup menantang ya, Bu. Anak-anak yang belum memahami betul makna puasa masih akan merasa kesulitan untuk berpuasa. Tak perlu pusing, Bu. Coba ikuti tips mudah mengajarkan dan mendampingi anak berpuasa berikut ini, ya.

1. Ceritakan Pengertian & Makna Puasa

Sebagai permulaan, Ibu bisa mulai dengan menceritakan pengertian dan makna berpuasa. Jelaskan kalau berpuasa itu artinya tidak boleh makan dan minum setelah imsak hingga waktu berbuka. Selain itu, Ibu juga perlu menjelaskan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama berpuasa. Beritahukan kepada anak kalau puasa itu merupakan hal yang positif dan menyenangkan supaya ia tidak berat untuk belajar berpuasa.

Agar menarik minatnya, jelaskanlah dengan kata-kata yang mudah dipahami anak. Bisa dengan cerita menarik atau bisa juga berupa pengalaman Ibu waktu kecil dulu. Penjelasan ini sebaiknya jangan diberikan mendadak ya, Bu. Jelaskanlah jauh-jauh hari sebelum bulan Ramadhan datang.

2. Berikan Contoh

Untuk mengajarkan anak puasa Ramadhan, tentunya harus ada contoh yang bisa ia lihat secara langsung. Di sinilah tugas Ibu dan Ayah untuk memberikannya contoh, karena orang tua merupakan panutan bagi anak-anaknya. Di usia ini anak akan mudah meniru kebiasaan dan perilaku orang di sekitarnya. Ketika melihat Ibu berpuasa, anak pasti akan penasaran dan tergerak untuk mencobanya juga.

3. Berikan Penawaran, Bukan Perintah

Anak terkadang tidak akan langsung menjalankan perintah dengan sukarela. Untuk itu ubahlah ajakan untuk belajar berpuasa pertama kali menjadi tawaran untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Cara ini terkesan tidak memaksa sehingga akan lebih efektif untuk menarik minat anak.

Artikel Sejenis

4. Puasa Secara Bertahap

Dikarenakan anak masih dalam proses tumbuh kembang dan dalam tahap belajar, jadi kebutuhan nutrisinya tetap harus tercukupi meski sedang berpuasa. Biarkan ia untuk puasa secara bertahap terlebih dulu. Misalnya pada beberapa hari pertama hanya puasa dalam beberapa jam. Kemudian naikkan tahapnya setelah ia berhasil menjalaninya. Memaksakan anak untuk langsung berpuasa penuh dapat mengganggu kesehatannya juga, Bu. 

Penting untuk menanamkan pada anak bagaimana cara berpuasa terlebih dulu. Kemampuan berpuasa anak perlahan-lahan pasti akan meningkat seiring dengan kebiasaannya berpuasa.

5. Ciptakan Suasana Puasa yang Menyenangkan

Di tengah-tengah puasa Ramadhan mungkin anak akan merasa bosan dan ingin menyerah. Oleh karenanya, Ibu perlu untuk menciptakan suasana puasa yang menyenangkan. Contohnya saja dengan makan sahur yang dipenuhi oleh rasa syukur dan hati gembira, sehingga anak dapat menyantap sahurnya dengan nikmat. 

6. Isi Puasa dengan Kegiatan yang Positif

Selama berpuasa anak tetap bisa melakukan banyak aktivitas dengan semangat. Namun hindarilah kegiatan yang terlalu banyak menghabiskan energi dan membuat anak cepat merasa lapar dan haus. Gantilah dengan kegiatan-kegiatan yang lebih positif dan bisa membuatnya tetap bersemangat dalam menjalani puasa. Misalnya dengan menghafal surat-surat pendek, belajar sholat dan mengaji, membaca buku, atau bermain permainan edukatif. 

Ibu juga bisa mengajaknya berolahraga ringan supaya badan tetap bugar dan tidak lemas, seperti yoga, senam, atau bersepeda. Sebaiknya lakukan olahraga pada sore hari mendekati waktu berbuka ya, Bu.

7. Hidangkan Menu Sahur dan Berbuka Favoritnya

Bangkitkan semangat anak untuk belajar puasa dengan menghidangkan menu sahur dan berbuka favorit anak. Namun tentunya menu tersebut tetap harus mengandung gizi seimbang ya, Bu, supaya energi dan kebutuhan nutrisi anak tetap tercukupi. Tak lupa, sajikan juga di atas piring kesukaan anak agar ia semakin bersemangat.

8. Berikan Dorongan dan Apresiasi

Namanya juga belajar, jadi pasti ada kalanya anak bisa mengalami kegagalan ya, Bu. Begitu pula dengan belajar puasa Ramadhan. Anak mungkin hanya dapat bertahan hingga beberapa jam saja. Meski begitu, tetaplah berikan anak apresiasi atas usahanya. Saat ia berusaha lebih baik lagi, tingkatkan pula apresiasi Ibu. 

Apresiasilah dengan mengucapkan kata-kata positif yang mengacu pada usahanya dalam belajar. Jangan menjanjikannya dengan hadiah, sebab akan mengubah kenikmatan puasa menjadi kenikmatan mendapatkan hadiah. Memberikan apresiasi merupakan sebuah cara untuk menumbuhkan kebiasaan  pada anak.

Mulailah mempersiapkan anak untuk belajar puasa Ramadhan sekarang yuk, Bu. Ajarkan pada anak yang memang sudah siap dan bisa memahami apa puasa itu sebenarnya. Supaya kebutuhan nutrisi anak tetap terjaga, berikan juga susu Frisian Flag 456 PRIMANUTRI setiap sahur dan berbuka. Susu ini telah diperkaya dengan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral serta omega 3 dan 6, selenium, zat besi, kalsium, prebiotik inulin, serta zinc.

Bagi Ibu yang masih memiliki pertanyaan dan ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar ya, Bu. Di sana ada para ahli yang akan membantu Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu.

Sumber:

Hellosehat, temantakita