Whatsapp Share Like Simpan

Setelah lulus dari ASI eksklusif, kini saatnya Ibu fokus pada memberikan MPASI untuk bayi. MPASI haruslah mengandung gizi yang lengkap, terutama protein. Mengapa protein? Karena protein berperan penting dalam pencegahan stunting.

Protein bermanfaat untuk mengoptimalkan pertumbuhan, pembentukan hormon dan enzim, perkembangan organ, dan pertumbuhan otot. WHO merekomendasikan protein hewani yang memiliki kadar protein lebih tinggi dibandingkan protein nabati. Komposisi asam amino esensial di dalam protein hewani terbukti lebih lengkap, sehingga akan memberikan manfaat yang lebih maksimal pada bayi. Selain itu, kandungan nutrisinya juga lebih beragam, mulai dari vitamin B12, D, asam lemak omega-3, dan zat besi.

Untuk MPASI bayi, tentu Ibu harus memilih jenis protein hewani yang tepat. Berikut ini beberapa protein hewani terbaik untuk MPASI dalam upaya pencegahan stunting:

Susu Sapi

Setelah bayi berusia 6 bulan, Ibu sudah boleh memberikannya tambahan susu untuk pencegahan stunting. Di dalam susu sapi terkandung protein sebanyak 3,2 gram yang mampu meningkatkan sistem imun tubuh bayi. Tak hanya itu, kandungan protein di dalam susu sapi juga mampu memberikan asam amino utama bagi tubuh yang bermanfaat untuk membangun beragam sel dan membentuk jaringan tubuh.

Di samping protein, susu sapi juga mengandung vitamin D dan kalsium yang berperan dalam kesehatan tulang. Bagi bayi, pemberian susu tambahan harus sesuai dengan anjuran dokter. Jadi, pastikan Ibu sudah berkonsultasi pada dokter terlebih dulu untuk bisa menentukan susu apa yang tepat untuk buah hati.

Artikel Sejenis

Telur

Meskipun murah meriah, tapi telur adalah jenis makanan yang tinggi kandungan protein. Dalam satu butirnya saja sudah terkandung protein sebanyak 13 gram dan paling banyak terdapat pada bagian putih telur. Tak hanya kaya akan protein, telur juga mengandung asam amino esensial yang bermanfaat dalam mendukung sistem imun dan asam lemak omega-3 untuk kecerdasan otak. Dengan teksturnya yang lembut, bayi pun akan mudah dalam mengunyah dan menelannya.

Daging Sapi

Daging sapi tergolong sebagai daging merah yang baik untuk dikonsumsi oleh bayi karena mengandung protein yang tinggi, yaitu 26 gram dalam 100 gram daging. Di dalam protein hewani ini juga terkandung nutrisi berupa asam folat, zat besi, dan kalsium sehingga sangat baik sebagai pencegah stunting pada bayi.

Menurut USDA’s Infant Nutrition and Feeding Guide, daging sapi adalah jenis makanan yang sangat ideal untuk bayi karena termasuk sebagai jenis daging yang mudah dicerna bayi. Meski begitu, Ibu tetap harus mengolahnya menjadi sangat empuk supaya bayi mudah menelannya.

Daging Ayam

Pilihan lainnya yang sering menjadi pilihan banyak ibu adalah daging ayam. Tak hanya mudah ditemukan, kandungan protein di dalam daging ayam juga tergolong tinggi. Di setiap 100 gram daging ayam sudah terkandung 31 gram protein. Protein ini juga mengandung vitamin A, C, B6, zat besi, magnesium, fosfor, selenium, dan antioksidan. Ada pula kandungan berupa kolin yang baik untuk perkembangan kognitif, fungsi neurologis, otot, hati, dan memori. Dengan semua nutrisi tersebut, protein ini akan memberikan manfaat yang sangat banyak, Bu. Diantaranya untuk perkembangan otak, kesehatan mata, menunjang sistem imun, dan mencukupi suplai sel darah merah di tubuh.

Ikan Salmon

Kadar protein di dalam ikan salmon lebih tinggi daripada jenis ikan lainnya di mana dalam 100 gram terkandung protein sebanyak 20,4 gram. Selain itu, ikan dengan daging berwarna jingga ini juga kaya akan kandungan vitamin D yang baik untuk tulang dan pencegahan stunting, serta asam lemak omega-3 yang berperan dalam perkembangan saraf otak. Sementara itu, kandungan asam aminonya dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh bayi, sehingga membuat bayi lebih kebal terhadap serangan penyakit.

Ikan Kembung

Jika salmon termasuk sebagai ikan yang mahal, Ibu bisa beralih ke ikan kembung. Jangan salah, walaupun harganya sangat terjangkau dan mudah ditemui di mana saja, tapi ikan ini juga kaya kandungan protein, lho. Di dalam 100 gram kembung sudah terkandung protein sebanyak 18,6 gram. Bahkan kandungan omega-3 kembung lebih tinggi dibanding salmon. Kandungan omega-3 di dalam kembung adalah 2,6 gram, sementara salmon hanya memiliki 1,4 gram.

Keju

Merupakan produk olahan susu hewan, maka keju juga memiliki kandungan protein yang tergolong tinggi, yaitu 25 gram di setiap 100 gram keju. Ada pula kandungan nutrisi lainnya yang tak kalah penting untuk bayi, yaitu vitamin A, B, B12, kalsium, magnesium, zinc, dan fosfor.

Untuk bayi, jumlah konsumsi keju tidak boleh berlebihan ya, Bu, sebab didalamnya mengandung 200 mg sodium atau garam. Bayi hanya boleh mengonsumsi sodium sebanyak 1 gram per hari. Terlalu banyak mengonsumsi garam tidak baik untuk kesehatan, karena dapat memicu penyakit hipertensi, stroke, dan gagal jantung. Ibu juga sebaiknya memilih keju yang terbuat dari susu yang telah dipasteurisasi, ya.

Yoghurt

Sebagai langkah pencegahan stunting, Ibu juga bisa memberikan yogurt pada bayi. Yogurt terbuat dari susu yang difermentasi dengan bakteri. Di dalam 100 gram yogurt terkandung 100 gram protein serta juga terdapat kalsium yang dapat mendukung pertumbuhan tulang bayi. Untuk bayi, pilihlah greek yogurt yang tidak memiliki perasa tambahan untuk dimakan secara langsung atau dicampur dengan makanan lainnya, seperti oatmeal atau buah-buahan.

 

Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak bayi mendapatkan makanan padat pertamanya dengan memberikan asupan protein hewani setiap hari sesuai kebutuhan harian bayi. Selain itu, imbangi juga dengan memberikan bayi buah-buahan dan sayuran untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral yang juga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangannya.

Untuk Ibu yang ingin berkonsultasi seputar bayi, bisa langsung berkunjung ke laman Tanya Pakar. Di sana para ahli akan membantu menjawab pertanyaan Ibu secara langsung. Namun, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu sebelum menggunakan fitur tersebut.

 

Sumber:

Popmama