Whatsapp Share Like Simpan

Batuk kering pada anak merupakan kondisi saat si Kecil batuk tanpa mengeluarkan lendir atau dahak. Batuk kering pada anakbisadisebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari alergi, flu, merokok, polusi, hingga gangguan medis tertentu. Namun, pada beberapa kasus, penyebab batuk kering pada anak masih belum diketahui secara pasti. Meskipun batuk termasuk penyakit yang biasa dialami anak-anak, tetapi Ibu pasti khawatir jika melihat si Kecil batuk terus menerus karena akan mengganggu aktivitas dan membuat si Kecil tak nyaman. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk mengetahui penyebab batuk kering pada anak agar dapat diatasi dengan tepat. 

Penyebab Batuk Kering pada Anak

Pertolongan pertama batuk kering pada anak bisa Ibu lakukan jika mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Berikut ini beberapa penyebab batuk kering pada anak, antara lain: 

  • Polusi udara

    Polusi udara merupakan salah satu penyebab batuk kering pada anak. Adanya polutan pada udara, seperti debu, kotoran, dan bahan-bahan kimia yang terhirup masuk ke saluran cerna dapat mengakibatkan si Kecil batuk. Tak hanya itu, kelembapan udara yang terlalu kering juga dapat menjadi penyebab batuk kering pada anak. Untuk itu, Ibu bisa menggunakan humidifier sebagai alternatif agar ruangan lebih lembap dan udaranya nyaman dihirup oleh si Kecil, terutama jika indra penciumannya cukup sensitif. 

  • Alergi

    Beberapa anak memiliki alergi terhadap sesuatu yang menyebabkan ia mengalami batuk kering. Ada banyak alergen yang bisa menjadi penyebab batuk kering pada anak, seperti serbuk sari, bulu binatang, debu, makanan atau obat-obatan tertentu. Batuk kering biasanya jadi salah satu gejala saat si Kecil memiliki alergi. Selain itu, gejala lain dari alergi biasanya bersin, mata gatal dan berair, hidung meler, dan ruam merah di beberapa bagian tubuh. Pertolongan pertama batuk kering pada anak yang disebabkan oleh alergi yaitu dengan mengetahui alergen dan menghindari hal-hal pemicu gejala alergi. 

  • Asma

    Batuk kering pada anak akibat asma disebabkan oleh adanya penyempitan saluran napas yang terjadi secara tiba-tiba. Penyempitan ini umumnya dipicu oleh hal-hal spesifik, misalnya debu, suhu dingin, adanya infeksi, dan lain sebagainya. Selain batuk kering pada anak, gejala lain yang akan dialami penderita asma, di antaranya sesak napas, mengi, sulit napas karena terlalu sering batuk, dan suara seperti peluit saat menghela napas. 

    Artikel Sejenis

  • GERD (gastroesophageal reflux disease)

    GERD atau aliran balik asam lambung ke tenggorokan juga bisa jadi penyebab batuk kering pada anak. GERD ini akan mengiritasi tenggorokan dan memicu refleks batuk. Selain batuk, penderita GERD juga akan mengalami gejala lain berupa rasa terbakar di dada, nyeri dada, suara serak, dan kesulitan menelan. 

  • Infeksi virus

    Batuk kering pada anak juga bisa disebabkan karena infeksi virus lho, Bu. Walau infeksi tersebut akan membaik dalam waktu 1-2 minggu, namun batuk kering yang muncul akan bertahan lama. Batuk kering pada anak yang terjadi setelah infeksi virus ini dilatarbelakangi oleh adanya iritasi post infeksi. Bahkan, batuk yang demikian akan berlangsung selama 1-2 bulan lamanya. Kondisi ini memang akan membaik secara perlahan, seiring dengan pulihnya saluran napas dari iritasi tersebut.

Gejala Batuk Kering pada Anak

Gejala yang dominan dari batuk kering yaitu tidak adanya lendir pada saluran napas yang keluar saat si Kecil batuk. Meskipun tampak sepele, batuk kering yang dialami si Kecil akan sangat mengganggu aktivitas dan memengaruhi kualitas tidur. 

Selain itu, gejala lain batuk kering pada anak cukup bervariasi, tergantung dari penyakit atau kondisi yang dialami oleh masing-masing penderita. Gejalanya dapat berupa:

  • Demam
  • Batuk disertai darah
  • Sesak napas
  • Penurunan berat badan
  • Kelelahan
  • Nyeri dada

Jika batuk kering disertai gejala-gejala lain yang tampak membahayakan, sebaiknya Ibu langsung membawa si Kecil ke dokter untuk mendapat penanganan yang lebih tepat. 

Batuk kering pada anak yang dibiarkan dalam waktu yang lama akan memengaruhi kondisi fisik dan psikis si Kecil. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk mengetahui penyebab dan gejala batuk kering, agar dapat melakukan pertolongan pertama yang tepat. 

Baca juga: Pentingnya 9 Asam Amino Esensial untuk Tumbuh Kembang Anak Lebih Optimal

Cara Mengatasi Batuk Kering pada Anak

Seperti yang telah disebutkan, batuk kering pada anak lebih mudah diatasi jika Ibu mengetahui penyebabnya secara pasti. Namun, di bawah ini ada beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa Ibu lakukan di rumah jika si Kecil mengalami batuk kering, di antaranya:

  • Berikan si Kecil madu

    Bagi anak yang berusia di atas satu tahun, madu bisa menjadi alternatif pertolongan pertama untuk mengatasi batuk kering. Sebab, madu dapat menenangkan tenggorokannya saat mengalami batuk. Ibu bisa berikan si Kecil setengah sendok teh madu sebelum tidur. 

  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi

    Cara ini juga dianggap sebagai pertolongan pertama untuk mengatasi batuk kering. Saat si Kecil tertidur, biasanya ia akan mengalami batuk lebih sering. Meskipun cara ini kurang efektif dibandingkan pengobatan dengan dokter, namun Ibu bisa melakukannya untuk mengurangi rasa tak nyaman pada si Kecil. Ibu bisa menempatkan bantal ekstra untuk membantu si Kecil bernapas lebih mudah.

  • Gunakan humidifier di ruangan

    Penggunaan humidifier di dalam ruangan bisa membantu melegakan pernapasan si Kecil saat mengalami batuk kering. Melansir laman resmi American of Pediatrics, humidifier bisa menjadi langkah pertolongan pertama saat anak mengalami batuk kering atau batuk berdahak, serta membuatnya dapat bernapas dengan lebih baik dan nyaman. 

    Pastikan untuk selalu membersihkan humidifier secara berkala agar tidak ada bakteri, jamur, atau virus yang menempel di dalamnya. 

  • Pilih makanan yang mudah dikunyah

    Saat si Kecil sedang batuk, hindari memberikannya makanan yang sulit untuk dikunyah. Pilihlah makanan yang bisa ditelan dengan mudah, seperti bubur, sayur sop, yoghurt, puding, dan lainnya. Selain itu, Ibu juga perlu menghindari makanan yang digoreng dan manis agar batuk yang dialami si Kecil tidak semakin parah. 

  • Gunakan balsam

    Cara ini memang tidak begitu efektif, namun ada membantu memberikan si Kecil rasa nyaman saat mengalami batuk kering. Oleskan balsam di dada si Kecil agar membantu menenangkan dari batuk yang membandel. Cara ini bisa Ibu lakukan beberapa kali dalam sehari, terutama saat si Kecil hendak tidur agar kualitas istirahatnya lebih baik dan nyenyak. 

  • Minum lebih banyak

    Cara yang sangat penting adalah memenuhi asupan cairan harian si Kecil dengan baik. Banyak minum bisa menjaga tubuh si Kecil terhindar dari dehidrasi dan memberikan kenyamanan pada tenggorokannya. Sebaiknya berikan si Kecil air hangat dibandingkan air dingin saat si Kecil mengalami batuk kering. Selain itu, pemberian obat batuk kering juga bisa menjadi alternatif lain untuk mengatasi batuk pada anak. 

Umumnya, kondisi batuk kering yang wajar dapat hilang dengan cara-cara di atas. Namun jika batuk kering disertai dengan gejala lain atau karena kondisi medis tertentu, segeralah konsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan yang lebih baik.

Selain menjaga kesehatan si Kecil dari batuk dan penyakit lainnya, penting bagi Ibu untuk memenuhi asupan nutrisi berkualitas secara tepat. Nutrisi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun si Kecil, menjaga kesehatan fungsi organ tubuh, sebagai sumber energi, dan lainnya. Salah satu tambahan nutrisi yang tak kalah penting adalah susu pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO AAE 3+.

Susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 3+ mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) yang lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya, seperti minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3 serta vitamin dan mineral lain untuk mendukung potensi si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi. Kandungan nutrisi dalam susu pertumbuhan ini sudah ditingkatkan dari sebelumnya demi mendukung potensi tumbuh kembang si Kecil lebih optimal. 

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz