Whatsapp Share Like
Simpan

Tahukah, Ibu? Mengajari si Kecil makan sehat perlu dilakukan sejak dini. Ini dikarenakan asupan nutrisi dalam makanan berperan penting untuk mendukung si Kecil menjadi anak yang cepat tangkap, aktif bergerak, dan tumbuh sesuai usianya. Meski begitu, ada beberapa kesalahpahaman soal informasi makanan sehat yang berkembang di masyarakat. Nah, agar asupan nutrisi anak tidak ikut terganggu, berikut saya sampaikan beberapa kesalahpahaman tersebut!

1. Makanan yang Digoreng tidak Sehat

Apakah Ibu pernah mendengar larangan memberikan si Kecil makanan yang digoreng? Sebenarnya, nasihat ini tidak sepenuhnya benar, Bu. Menurut Jasly Ko, ahli gizi dari KK Women’s and Children’s Hospital, selama Ibu menggunakan minyak sehat, seperti minyak zaitun atau minyak jagung, sajian gorengan bisa saja masuk dalam daftar makanan sehat untuk anak.

2. Si Kecil Harus Makan Nasi Saat Makan Berat

Memang banyak orang yang beranggapan bahwa seseorang belum dianggap makan apabila belum mengonsumsi nasi. Alasannya, nasi mengandung Karbohidrat yang dibutuhkan tubuh untuk menyuplai energi saat beraktivitas. Padahal, sumber Karbohidrat bagi si Kecil tak hanya nasi, Bu. Ibu juga bisa memberikan si Kecil sumber Karbohidrat lain, seperti pasta, mi, kentang, labu, dan jagung. Oleh sebab itu, jika si Kecil tidak mau atau bosan makan nasi, Ibu bisa mengakalinya dengan memasak pasta, mi goreng, sup jagung, dan lainnya..

3. Nutrisi dari Jus Setara dengan Buah Potong

Bu, saya juga pernah mendengar bahwa nutrisi yang ada pada jus sama dengan buah potong. Tidak ingin salah persepsi, akhirnya saya menanyakan hal ini ke dokter anak si Kecil dan barulah saya mengerti bahwa buah potong memiliki nutrisi lebih tinggi dibandingkan jus buah. Sebagai contoh, satu buah apel mengandung 4,4 gram Serat dan ketika di jus akan berkurang menjadi 0,5 gram. Penurunan yang cukup signifikan, bukan? Oleh sebab itu, sebaiknya Ibu beri si Kecil potongan buah agar nutrisinya tercukupi, ya.

4. Hindari Penyedap pada Makanan si Kecil

Saya juga sering mendapat nasihat bahwa makanan si Kecil tidak boleh diberikan penyedap apapun. Alasannya, agar si Kecil mengenal rasa asli makanan. Nah, hal ini mungkin berlaku bagi anak usia kurang dari satu tahun atau yang baru memulai masa MPASI. Namun, memasuki usia 1 tahun, Ibu dianjurkan untuk mulai melatih indera pengecap si Kecil dengan memperkaya varian rasa yang dikenal. Hal ini bisa dilakukan dengan mencampurkan bawang, garam, dan bumbu aromatik lainnya pada makanan si Kecil. Menurut ahli gizi dari The Kids Cook Monday, Diana Rice, RD, mengenalkan aneka rasa seperti pahit, manis, asam, dan asin perlu dilakukan untuk meningkatkan selera makannya, Bu. Ibu tentu ingin si Kecil selalu lahap dan tidak mengalami GTM (Gerakan Tutup Mulut), bukan?

Bagaimana, Bu? Semoga informasi di atas dapat membantu Ibu mengoptimalkan proses tumbuh kembang si Kecil. Nah, selain membiasakan si Kecil mengonsumsi makanan sehat, Ibu juga bisa melengkapi asupan nutrisi anak dengan memberikannya susu pertumbuhan Frisian Flag 123 PRIMANUTRI.

Susu pertumbuhan ini diperkaya kombinasi minyak ikan, Omega-3 (ALA), Omega-6 (LA), Zat Besi, Serat Inulin, serta tinggi Vitamin A, C, E, D3, Seng, Selenium, dan Kalsium. Ibu juga bisa memastikan bahwa hanya Frisian Flag 123 PRIMANUTRI yang mencantumkan Asam Sialat dan Sphingomyelin  pada label nutrisi kemasannya. Asam Sialat dan Sphingomyelin merupakan nutrisi yang membantu mengoptimalkan proses penyerapan informasi dan perkembangan memori si Kecil.

Tersedia dalam varian rasa madu, vanilla, dan cokelat yang lezat, Frisian Flag 123 PRIMANUTRI bantu penuhi nutrisi si Kecil dan mendukungnya menjadi anak yang cepat tangkap, aktif bergerak, dan tumbuh sesuai usianya. Apalagi, menurut penelitian yang dilakukan Frisian Flag pada tahun 2017-2018, terbukti bahwa 9 dari 10 Ibu menyatakan anaknya menyukasi rasa susu pertumbuhan ini.