Whatsapp Share Like
Simpan

Bu, setiap keluarga tentunya memiliki tradisi atau kebiasaan masing-masing. Kira-kira tradisi keluarga seperti apa yang sudah mulai Ibu kenalkan pada si Kecil? Sebelum membahas lebih jauh, perlu Ibu mengerti bahwa memperkenalkan tradisi keluarga pada si Kecil penting dilakukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak dari sisi psikologi serta emosionalnya. Bagi Ibu yang belum memiliki tradisi keluarga, tidak perlu khawatir. Berikut ini beberapa aktivitas yang bisa menjadi referensi Ibu!

1. Nobar Film di Rumah

Nonton bersama di rumah menjadi salah satu aktivitas menyenangkan yang bisa Ibu lakukan setiap minggu. Ini juga menjadi salah satu tradisi keluarga saya lho, Bu. Biasanya, setiap hari Jumat, saya mengajak suami dan si Kecil untuk nonton film bersama. Selain itu, saya juga menyiapkan berbagai camilan kesukaan mereka. Kegiatan ini akan mempererat hubungan emosional keluarga, Bu.

2. Sarapan Bersama

Selain menikmati kegiatan nobar, saya juga sering mengajak si Kecil dan Ayah sarapan bersama di meja makan. Kegiatan ini bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk mengobrol ringan bersama si Kecil. Selama sarapan, Ibu bisa menanyakan kegiatannya di sekolah. Dengan cara ini, Ibu bisa lebih tahu apakah si Kecil menikmati momen sekolahnya atau tidak. Jika tidak, Ibu bisa mengomunikasikan masalah ini dengan guru-guru di sekolah.

3. Mengucapkan Selamat Tidur

Kebiasaan selanjutnya yang bisa Ibu dan keluarga lakukan adalah mengucapkan selamat tidur dengan kecupan dan pelukan hangat. Menurut Paula S. Barry, MD, seorang dokter dari Penn Family dan Internal Medicine Logwood, ketika memeluk, tubuh akan mengeluarkan hormon oksitosin yang dapat menurunkan rasa cemas dan membuat si Kecil merasa lebih senang. Itu sebabnya, saya dan suami tidak pernah lupa untuk memberikan si Kecil pelukan hangat setiap malam sebelum tidur. Menariknya, ini sudah menjadi tradisi keluarga saya sejak si Kecil baru lahir, Bu.

4. Foto Keluarga Tiap Tahun

Apakah Ibu sempat mengambil foto keluarga saat momen hari raya? Jika iya, ini bisa dijadikan tradisi keluarga, Bu. Agar semakin menarik, Ibu bisa menentukan tema foto keluarga yang berbeda-beda setiap tahunnya. Sebagai contoh, foto keluarga tahun ini menggunakan pakaian daerah tempat kelahiran Ibu, tahun depan menggunakan piyama, dan seterusnya. 

Itulah beberapa kebiasaan yang saya lakukan bersama keluarga. Untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anakIbu bisa menciptakan waktu berkualitas dengan memperkenalkan tradisi keluarga sejak si Kecil berusia dini. Selamat mencoba, Bu!