Whatsapp Share Like
Simpan

Ketika berbicara soal kedekatan anak dengan peran orang tuaumumnya si Kecil akan lebih dekat dengan Ibu dibanding Ayahnya. Ini merupakan hal yang sangat wajar, mengingat Ibu sudah memiliki ikatan spesial dengan si Kecil sejak ia berada dalam kandungan. Lalu, bagaimana jika sebaliknya, si Kecil lebih memilih bermain dan beraktivitas dengan Ayah dibanding bersama Ibu? Tak perlu sedih, Bu. Yuk, baca penjelasan di bawah ini:

1. Bermain dengan Ayah Sangat Menyenangkan

Bu, memasuki usia dua tahun, si Kecil memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Itu sebabnya, pada usia ini ia akan lebih aktif bergerak, seperti naik-turun tangga, memanjat kasur, dan sebagainya.  Nah, dari artikel online yang saya baca, Ayah umumnya memiliki karakter permisif atau cenderung lebih memberi kebebasan kepada si Kecil untuk bereksplorasi. Hal inilah yang akhirnya membuat si Kecil sadar bahwa peran Ayah adalah teman bermain yang sangat menyenangkan.

2. Ibu Sedang Hamil Anak Kedua

Apakah Ibu sedang menantikan kelahiran anak kedua? Ini bisa menjadi salah satu penyebab si Kecil lebih dekat dengan Ayah dibandingkan Ibu. Ketika hamil, tentu Ibu akan merasa lebih mudah lelah dan tidak mampu bermain terlalu lama dengan si Kecil. Itu sebabnya, ketika Ayah ada di rumah, si Kecil akan merasa sangat senang karena ada seseorang yang dapat menemaninya bermain. Selain itu, ia juga perlu seseorang yang lebih bisa diandalkan ketika Ibu sedang hamil anak kedua. Jadi, Ibu tak perlu cemburu, ya.

Artikel Sejenis

3. Ingin Belajar Hal Baru

Saya ingin berbagi cerita nih, Bu. Memasuki usia satu tahun, si Kecil tidak lagi terlalu menempel kepada saya seperti waktu ia masih bayi. Khawatir pertumbuhan psikologisnya terganggu, saya pun mulai mencari tahu informasi terkait hal ini secara online. Menurut Susan Stephenson, psikoterapis asal Amerika Serikat, si Kecil akan melewati masa mesra bersama Ibu di tahun pertamanya. Nah, memasuki usia batita, ia akan mulai tertarik untuk menggali hal baru dengan orang terdekat keduanya, yaitu sang Ayah. Jadi, tidak perlu khawatir ya, Bu!

4. Ayah Lebih Kreatif Saat Bermain

Bermain menjadi salah satu cara terbaik untuk mencuri hati si Kecil, Bu. Saya jadi ingat beberapa waktu lalu, Ayah sempat mengajak si Kecil bermain lompat katak. Ia kelihatan sangat senang dan tertawa terbahak-bahak. Sangat menggemaskan ya, Bu! Dari situ saya menyadari bahwa Ayah umumnya lebih kreatif menciptakan permainan seru bersama si Kecil. 

Jadi Bu, tidak perlu khawatir jika si Kecil lebih dekat dengan sang Ayah, mengingat ia butuh peran orang tua dari kedua pihak untuk mendukung perkembangan psikologinya. Semoga artikel ini dapat membantu mengoptimalkan proses tumbuh kembang si Kecil agar berjalan sesuai usianya ya, Bu!