1. Melindungi Jantung

Anggur merah telah lama dianggap sebagai obat mujarab untuk kesehatan jantung. Jika anda pernah mendengar bahwa orang perancis lebih jarang meninggal karena serangan jantung dibanding dengan orang amerika. Padahal keduanya sama2 suka makan makanan berlemak tinggi. Hal ini dikarenakan orang perancis memiliki kebiasaan konsumsiwinesehabis makan.

Sebagian besar manfaat alkohol untuk kesehatan jantung karena kemampuannya untuk meningkatkan HDL dan menurunkan LDL. Anggur Pinot sangat baik sekali untuk tubuh karena mengandung antikoksidan tinggi dibanding minuman alkohol lainnya.

2. Mengecilkan Perut

Lupakan hal mengenai perut buncit, jika anda konsumsi alkohol sesuai aturan, alkohol dapat melawan lemak dalam tubuh.Sebuah studi pada tahun 2010 menemukan bahwa wanita yang minum 1-2 gelas sehari, berat badan lebih jarang bertambah.

Wanita yang minum alkohol 1-2 gelas sehari cenderung makan lebih sedikit terutama karbohidrat sehingga berat badan dapat tetap terjaga.

3. Mengurangi Resiko Diabetes

Minum alkohol tiap hari dapat mengurangi resiko diabetess?? Luar biasanya, ternyata benar2 dapat membantu. Penelitian tahun 2005 olehDiabetes Caremengatakan bahwa minum alkohol dalam jumlah normal juga dapat mengurangi resiko diabetes tipe 2 sebesar 30%.

4. Meningkatkan Kekuatan Otak

Otak Anda mungkin akrab dengan yang disebut downsides dari minum, tetapi jika anda minum dengan benar, sedikit minuman alkohol dapat membantu mencegah penurunan kognitif. Para peneliti dari Loyola University menemukan bahwa peminum moderat 23 persen lebih rendah kemungkinan timbulnya kerusakan kognitif, penyakit Alzheimer, dan bentuk lain dari demensia dibandingkan non-peminum.

5. Mencegah Batu Empedu.

Batu empedu itu sesuatu yang terbentuk dalam kantong empedu anda berupa endapan kolesterol yang menyebabkan rasa sakit pada perut anda seperti kram. Cobalah untuk menambahkan sedikit alkohol pada diet anda. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol teratur sedang (5-7 hari per minggu) mengurangi resiko batu empedu. Sebaliknya, konsumsi alkohol jarang (1-2 hari per minggu) tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan risiko.