Melihat beberapa tayangan di Televisi tentang penggunaan zat-zat berbahaya kedalam makanan, yang dilakukan oleh pedagang2 curang yg ingin mendapatkan untung banyak, membuat kita sebagai orang tua harus teliti sebelum memberikan makanan untuk si kecil.



Salah satu makanan yang harus dihindari adalah makanan yg mengandung pengawet berbahaya seperti :


Boraks , biasanya Boraks ditambahkan dalam bakso agar terasa lebih kenyal dan kerupuk agak lebih renyah .
Formalin, makanan berformalin , diantaranya ikan basah dan ikan asin, ayam potong , serta tahu. Baik borak dan Formalin bila terkonsumsi dalam konsentrasi tinggi, racunnya dapat mempengaruhi kerja syaraf. Yang bersangkutan akan merasa melayang dan kemudian pingsan atau bahkan nyawa tdk tertolong. Untuk Formalin , efek jangka pendeknya berupa iritasi pada saluran pernafasan dan muntah2 pusing dan rasa terbakar pada tenggorokan. Jika dikonsumsi dalam waktu lama dan secara terus menerus dalam jangka waktu yg lama , bukan hanya menyebabkan kerusakan sistem syaraf pusat, tetapi juga kerusakan jantung, hati, otak, limpa, pankreas, dan ginjal.
Timbel, makanan lain yang harus dihindari adalah jajanan pinggir jalan yg terkontaminasi timbel (pb), dari asap kendaraan bermotor. Keberadaan pb dalam tubuh akan merusak pembentukan sel-sel darah merah yang berarti menimbulkan gangguan kesehatan. Pada anak2 akan menyebabkan anemia. Selain itu sel darah merah yg mestinya dikirim ke otak juga mengalami kerusakan. sehingga terjadilah gangguan otak. yg dikhawatirkan anak mengalami gangguan kemampuan berfikir, dan rendahnya tingkat IQ. Kecerdasan anak yg telah terkontaminasi Pb sampai 10 mikrogram/dl bisa menurun menjadi idiot.
Pemanis Buatan seperti sakarin dan aspartam , makanan mengandung zat ini diduga dapat menyebabkan gangguan syaraf dan tumor otak serta kanker kandung kemih.
Styrene, yaitu kemasan berbahan steriofoam. Styrene yg menumpuk bisa menyerang saraf, sehingga anak menjadi pasif dan kehilangan kreatifitas.

So, Hindarilah makanan yg mengandung pengawet berbahaya diatas.



Sumber : The Golden Years