Semua ibu pasti menginginkan anaknya selalu sehat. Ibu harus bisa mengetahui apakah balitanya sehat atau tidak. Berikut kriteria yang dapat digunakan untuk mengetahui balita kita sehat.

* Bahagia dan responsif. Kecerdasan anak antara lain bisa dilihat dari kontak matanya yang responsif. Untuk menstimulinya, ajak anak bicara setiap ada kesempatan dan tatap matanya.
* Lincah dan aktif. Seusia balita memang sedang aktif-aktifnya bergerak, tidak bisa diam. Dan jika tiba-tiba balita menjadi lesu, waspadalah, karena siapa tahu ia sedang tidak enak badan.
* Suhu tubuh antara 36,5 derajat celcius sampai 37,5 derajat celcius. Coba cek suhu tubuhnya ketika tiba-tiba ia lesu dan tidak lincah. Biasanya, jika terjadi infeksi kuman penyakit, suhu tubuh balita akan meningkat.
* Makan lahap. Jika di usia dua tahun anak masih melepeh makanannya, bisa jadi ia mengalami gangguan mengunyah dan menelan makanan, karena tahapan emas anak belajar makan dengan baik ada di usia 6-12 bulan. Gangguan ini bisa menyebabkan anak kurang gizi dan mengganggu kemampuan bicara anak.
* Bentuk kaki normal. Jika Anda menemukan bentuk kaki balita tidak normal (berbentuk O atau X), bahkan setelah ia menginjak usia tiga tahun, sebaiknya periksakan ke dokter.
* Kulit bersih, dan jika terjadi luka mudah sembuh. Dalam kondisi sehat, sel-sel kulit akan lebih cepat memperbaiki diri ketika terjadi luka.
* Rambut tidak mudah rontok dan kusam. Jangan abaikan bila rambut balita mudah rontok dan tampak kusam. Bisa jadi dia kekurangan vitamin B kompleks dan mineral seng (zinc).
* Gusi merah muda, tak mudah berdarah. Jika gusi balita mudah berdarah, ada kemungkinan dia mengalami kekurangan vitamin C.
* Gigi cemerlang. Jika di usia setahun gigi pertamanya belum juga tumbuh, bisa jadi balita kekurangan kalsium.
* Kuku merah muda, tidak pucat, dan tidak rapuh. Ini menunjukkan bahwa balita tidak mengalami anemia dan tidak kekurangan mineral kalsium.
* Urusan ke ‘belakang’ lancar. Gangguan sembelit yang berkepanjangan dapat menyebabkan berbagai gangguan di organ dalam, karena sisa makanan terlalu lama tersimpan di perut. Sedangkan diare menunjukkan ada gangguan di alat pencernaan, sehingga penyerapan makanan kurang baik.
* Tidurnya lelap dalam waktu yang cukup. Anak usia di bawah lima tahun perlu tidur sekitar 10 jam sehari, sehingga sel-sel saraf di otaknya bisa berkembang optimal.
* Antusias bermain. Anak sehat selalu antusias bila diajak bermain, kecuali jika ia mengantuk.
* Harum baunya. Sering-seringlah mengganti pakaiannya ketika ia berkeringat, sehingga bau tubuhnya tidak menyengat. Keringat yang tidak dilap dan tubuh yang jarang dibersihkan bisa menjadi sumber penyakit.
* Cocok dengan Kartu Menuju Sehat (KMS). KMS yang diberikan dokter sebaiknya dijadikan ‘primbon’ untuk memantau perkembangan balita. Jika ada penyimpangan, jangan ragu untuk mengonsultasikannya dengan dokter.