Hormonal
Aktivitas hormonal, seperti siklus menstruasi dan pubertas dapat berperan dalam pembentukan jerawat. Selama pubertas, peningkatan hormon androgen menyebabkan kelenjar folikel tumbuh lebih besar dan membuat lebih banyak sebum. Beberapa hormon terkait dengan jerawat adalah testosteron androgen, dihidrotestosteron (DHT) dan dehydroepiandrosterone sulfat (DHEAS), serta insulin (IGF-I).

Genetik
Kecenderungan bagi individu secara khusus mengalami jerawat karena faktor komponen genetik, yang telah didukung oleh studi kembar serta studi yang telah mengamati tingkat jerawat antara kerabat tingkat pertama. Ada beberapa gen yang berhubungan dengan jerawat yaitupolimorfisme di TNF-alpha, IL-1 alpha, dan CYP1A.

Infeksi dari Bakteri
Propionibacterium acnes adalah bakteri anaerob yang menyebabkan terjadinya jerawat.

Makanan dan Minuman
Makanan yang banyak mengandung gula atau berasa manis berpotensi menimbulkan terjadinya jerawat, misalnya coklat. Untuk minuman yang memiliki potensi menimbulkan jerawat misalnya adalah minuman bersantan dan yang mengandung kafein.

Faktor Psikologis
Orang yang mengalami stress memiliki kecenderungan berpotensi mengalami jerawat lebih banyak.