POSISI HARUS TEGAK

Agar sendawa berhasil, tekniknya harus benar, yaitu tubuh bayi vertikal atau tegak lurus. Kemudian dagu bayi menyandar pada bahu ibu, badan lurus ke bawah, dan leher bayi disangga oleh tangan ibu.Walaupun kelihatan mudah, masih banyak pula orang tua yang melakukan kesalahan. Misalnya, posisi dagu si bayi tidak lebih tinggi dari bahu ibu sehingga mulut dan hidung bayi bisa tertutup tubuh ibu. Tentu saja posisi ini berbahaya dan salah. Padahal, bila salah posisi, sendawa sulit terjadi dan bahkan bisa membuat bayi muntah. Kesalahan yang lain, posisi bayi kadang tidak lurus malah bengkok. Juga saat menepuk punggung terlalu lemah dan tempat yang ditepuk terlalu tinggi atau di bagian bahu/pundak, atau justru terlalu rendah yaitu di bagian bawah (bagian pantat). Cara yang benar adalah menepuk tubuh bagian tengah (lambung terletak di tengah) di bawah iga kiri.

Selain itu, jarang pula ibu yang agak menggoyangkan bayinya kala bersendawa, sehingga membuat sendawa lama keluar. Yang tepat, tubuh bayi agak sedikit digoyangkan seperti menggoyangkan botol.

Sendawa juga bisa dilakukan sambil duduk. Caranya, bayi menghadap ibu. Jadi, setengah duduk sementara lehernya disangga, lalu bagian lambungnya ditepuk-tepuk. Namun cara ini biasanya menjadikan sendawa bayi lebih lama muncul karena posisi tubuhnya agak sedikit bengkok. Sebetulnya, menurut Adi, bila orang tua menyendawakan bayi dengan teknik yang benar, maka tak sampai 2-3 menit, sendawanya akan keluar.