Bagi anak, penyakit cacingan seringkali menjadi suatu penyakit yang banyak dirasakan. Efek yang ditimbulkan penyakit ini yakni mampu mengganggu proses tumbuh kembang anak, untuk itu orangtua pelu mewaspadai penyakit ini. Kenalilah cacing penyebab penyakit tersebut agar anda dapat lebih memperhatikan dan mewaspadainya, tentu agar ank anda bebas dari penyakit ini.

Penyakit cacingan tidak bisa dipandang enteng karena bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak. Bahkan, tingkat kecerdasan seorang anak bisa turun sampai dua digit akibat kecacingan.

Cacing masuk ke dalam tubuh manusia lewat makanan atau minuman yang tercemar telur-telur cacing. Umumnya, cacing perut memilih tinggal di usus halus yang banyak berisi makanan. Meski ada juga yang tinggal di usus besar. Simak beberapa jenis cacing yang perlu diwaspadai:

1. Cacing gelang
Telur cacing gelang yang masuk ke pencernaan akan menetas menjadi larva. Larva ini menembus dinding usus halus menuju jantung dan paru-paru. Cacing gelang menyebabkan gizi buruk dan membuat anak tidak nafsu makan, karena nutrisinya direbut cacing. Cacing betinanya bisa bertelur mencapai 200 ribu butir per hari. Cacing dewasa dapat bertahan hidup 6-12 bulan.


2. Cacing cambuk
Cacing ini juga menghisap sari makanan yang kita makan. Dia menghisap darah dan hidup di dalam usus besar. Cacing betinanya bisa bertelur 5 ribu-10 ribu butir per hari.

3. Cacing tambang
Inilah cacing yang paling ganas, karena ia menghisap darah. Cacing betinanya bisa bertelur 15 ribu-20 ribu butir per hari. Penularannya cepat, karena larva cacing tambang sanggup menembus kulit kaki dan selajutnya terbawa oleh pembuluh darah ke dalam usus. Cacing dewasa bertahan hidup 2-10 tahun.

4. Cacing kremi
Cacing ini mirip kelapa parut, kecil-kecil dan berwarna putih. Awalnya, cacing ini akan bersarang di usus besar. Saat dewasa, cacing kremi betina akan pindah ke anus untuk bertelur. Telur-telur ini yang menimbulkan rasa gatal.

Bila balita menggaruk anus yang gatal, telur akan pecah dan larva masuk ke dalam dubur. Saat digaruk, telur-telur ini bersembunyi di jari dan kuku, sebagian lagi menempel di sprei, bantal atau pakaian. Lewat kontak langsung, telur cacing menular ke orang lain. Lalu siklus cacing dimulai lagi.