Jakarta - Meninggalnya seorang bayi berusia dua hari saat digendong ibunya, membuat pakar kesehatan memberikan peringatan pada para ibu. Ibu diminta berhati-hati saat menggendong si kecil.

Dikutip dari Daily Mail, seorang bayi laki-laki di Adelaide, Australia ditemukan dalam keadaan tidak bernafas. Padahal si bayi yang baru berusia dua hari tengah digendong ibunya dengan gendongan atau baby sling.

Meskipun menurut ahli patologi kematian sang bayi bukan disebabkan karena gendongan tersebut, tetap saja ibu diminta berhati-hati. Dua ahli patologi mengungkapkan ada faktor risiko dari pemakaian gendongan bayi tersebut.

Dalam surat mereka pada Medical Journal of Australia, dua ahli patologi Professor Roger Byard dan John Gilbert mengungkapkan pentingnya orangtua dan pengasuh bayi sadar soal faktor risiko ini. Mereka berharap orangtua dan pengasuh bayi memahami isu keamanan saat menggunakan gendongan bayi, terutama pada bayi yang baru dilahirkan.

Peringatan yang diungkapkan oleh Byard dan Gilbert itu bukan pertama kalinya terjadi. Tahun lalu, jutaan gendongan bayi ditarik dari peredaran oleh sebuah perusahaan di Amerika. Mereka khawatir gendongan tersebut bisa menyebabkan bayi meninggal karena tidak bisa bernafas. Sebelumnya dua jenis gendongan bayi yang dibuat Infatino yaitu The SlingRider dan Wendy Bellisimo menyebabkan tiga kematian bayi.

Gara-gara hal tersebut pihak lembagan konsumen di Amerika Serikat meminta pada para orangtua untuk tidak memakai gendongan pada bayi yang belum berusia empat bulan.
Mereka juga mengharuskan semua produk gendongan bayi dijual dengan instruksi keamanan pemakaian yang jelas. Hal itu karena terkadang bayi baru lahir yang otot lehernya masih lemah dan kepala lebih berat, tidak bisa membebaskan diri mereka dari kelebihan bahan yang ada di gendongan sehingga menyebabkan mereka sulit bernafas.

Sampai saat ini dilaporkan ada 14 kematian bayi yang disebabkan karena gendongan. 12 dari 14 kematian itu terjadi pada bayi berusia di bawah empat bulan. Ada juga 22 kecelakaan yang terjadi karena kasus gendongan bayi di Amerika Serikat.

Seorang penasihat keselamatan anak di New Zealand Sue Campbell mengatakan, ia dan sejumlah pakar lainnya tidak meminta orangtua untuk berhenti memakai gendongan. "Tapi kami menasihati agar orang-orang lebih berhati-hati pada pilihan jenis gendongan dan sadar soal adanya risiko ini," ujarnya.

"Pilih gendongan yang ibu bisa melihat bayi, wajahnya tidak tertutup, dagu bayi tidak menempel di dadanya," jelasnya.