Setiap orang tua yang mempunyai seorang anak pasti mempunyai keinginan yang besar terhadap masa depan anaknya, dan mempunyai seorang anak yang pintar dan kepintarannya melebihi orang tua adalah suatu harapan yang pasti diinginkan oleh para orang tua, Ketika Seorang bayi lahir dari seorang ibu, saat itu juga harapan orang tua mulai diciptakan, paling tidak ia ingin bayinya sehat, kemudian kalau sudah dewasa, ingin anaknya menjadi pintar. Berikut ini ada beberapa Tips dari Dr Irwan Effendi untuk menciptakan agar bayi menjadi pintar,

1. Kembangkan insting anda sebagai orang tua yang ingin memberikan terbaik untuk anak.
2. Kembangkan hubungan emosional anda dimana hal itu sangat berarti dan menyenangkan bagi bayi melalui membaca.
3. Pancing anak terlibat aktif saat membaca buku dengan pertanyaan seputar cerita yang baru dibaca, seperti pengenalan warna, gambar, bentuk atau penokohan cerita (apa saja yang memancing ketertarikan mereka maka gali lebih dalam!).
4. Aktifkan terus kekuatan cinta, sebagai tambahan saat bermain dengan anak, tambahan cinta dan kasih sayang pada bayi merupakan energi bagi kekuatan otaknya.
5. Berikan mainan yang sesuai dengan tahapan usia anak ;

Tahapan usia Anak Menjadi Pintar

Usia 0-4 bulan :
Menampilkan variasi mimik wajah ; menggerakkan secara perlahan benda di depan matanya ; mainan berwarna terang, menyanyikan lagu sederhana ; mengulang kata-kata; dan menerangkan kepada bayi aktivitas yang sedang dilakukan

Usia 4-6 bulan :
Perkenalkan boneka bertekstur ; mainan blok dari plastik dan biarkan mereka mengadu kedua blok ; bermain musik dengan nada yang bervariasi ; tunjukkan buku dengan gambar objek berwarna terang.

Usia 6-18 bulan :
Berbicara dan berinteraksi sambil bertatap muka dapat meningkatkan hubungan antara suara bunyi dan kata ; mengenalkan anggota keluarga dan para tetangga yang sudah dikenal sekaligus memberitahukan namanya secara berulang ; menyanyikan lagu dengan nada berulang diikuti gerakan tangan ; bermain cilukba.

Usia 18-24 bulan :
Perkenalkan permainan sederhana seperti menaruh 3 benda berbeda warna dan bentuk lalu minta kepada anak untuk memberikan benda sesuai yang anda minta ; berbicara secara langsung sesering mungkin ; perkenalkan peralatan menulis dan menggambar seperti pensil, krayon dan kertas ; tanyakan “dimana dan apa” saat anda membacakan cerita untuk anak ; buat permainan bebas dengan boneka atau mainan favorit anak.

Usia 24-36 bulan
Berikan anak pujian dan penghargaan atas keberhasilan kemampuan motorik saat beraktivitas fisik ; dukung imajinasi /daya khayal anak dengan cara bermain boneka ; bantu anak mengenal kehidupan yang sebenarnya lewat permainan, seperti berbicara via telepon, bermain mobil-mobilan, minum teh bersama ; akrabkan anak dengan cerita sambil bertanya seputar cerita ; minta anak untuk menunjuk satu benda sesuai bunyi kata yang anda ucapkan saat sedang membaca buku bersama.

Usia 3-5 tahun :
Ajarkan berbagi melalui contoh sederhana ; bermain denga mengenalkan beberapa peraturan ; membatasi waktu menonton TV/video cukup 1-2 jam/hari dan dampingi anak sembari ciptakan percakapan interaktif seputar acara yang ditonton ; berikan pilihan seperti membaca buku atau bermain puzzle dan biarkan anak memilihnya ; batasi larangan (kata “tidak”) sekaligus beri penjelasan kenapa hal tersebut dilarang ; berikan anak tanggung jawab dan perhatian serta tunjukkan ketertarikan anda saat anak menceritakan pengalaman barunya ; luangkan waktu seiap hari untuk duduk bersama dan berbicara tentang aktivitas yang dilakukannya hari itu dan jadilah pendengar yang baik.

Semoga tips diatas bermanfaat bagi anda.