Televisi dan internet sekarang ini sudah jadi bagian kehidupan anak setiap hari. Namun Anda para orangtua perlu waspada karena terlalu banyak nonton tv dan main internet bisa membuat anak gemuk dan kurang tidur.

Hal tersebut diungkapkan oleh American Academy of Pediatrics (AAP). Dalam pernyataan kebijakan terbarunya AAP memperingatkan bahwa ekspos media yang berlebihan mengancam kesehatan anak.

"Masyarakat Amerika tidak bisa melakukan pekerjaan yang lebih buruk saat ini untuk membuat anak tetap fit dan sehat. Anak jadi terlalu banyak nonton tv, terlalu banyak iklan makanan, kurang olahraga dan tidur," ujar salah satu peneliti Victor Strasburger MD yang juga anggota AAP khusus bidang komunikasi dan media, seperti dikutip WebMD.

"Sekarang ini anak-anak melihat 5 ribu dan 10 ribu iklan makanan setahun, sebagian besar adalah junk food dan fast food," tambah Strasburger.

Dalam memberikan pernyataan tersebut AAP juga ikut menyertakan dua penelitian yang mendukung. Penelitian pertama menunjukkan dengan menonton iklan fast food dan sereal manis membuat anak ingin makan makanan yang berlemak dan kaya karbohidrat.

Dari penelitian tersebut juga terungkap iklan makanan sangat mempengaruhi pilihan makanan anak yang menonton tv terlalu sering. Sedangkan anak yang jarang menonton televisi tidak terlalu terpengaruh iklan tersebut.

Di penelitian kedua, peneliti melihat hubungan konten dan waktu tayang media pada pola tidur anak-anak berusia preschool. Hasil penelitian menunjukkan selama menonton televisi, main internet atau video games, anak-anak melihat kekerasan. Anak-anak ini pun jadinya mengalami masalah tidur, seperti mimpi buruk, terbangun di tengah malam dan mengantuk di siang hari.

Penelitian itu juga menemukan anak yang memiliki televisi di kamarnya menonton terlalu banyak acara dan iklan dan jadi punya masalah pada tidurnya. Anak-anak ini juga memiliki kesempatan menonton televisi setiap malam selama 15 menit dan tayangan kekerasan selama 12 menit.

Pernyataan AAP dan dua penelitian di atas seolah semakin membenarkan bahwa media memiliki efek negatif pada kebiasaan makan anak. Anak jadi ingin makan junk food dan fast food. Selama menonton televisi anak pun jadi kerap mengemil. Konten kekerasan dan menonton televisi di malam hari juga bisa mengganggu tidur anak. Semua hal ini membuat anak berisiko mengalami obesitas.

Dalam pernyataannya, AAP pun memberikan beberapa rekomendasi bagi para orangtua untuk mengurangi efek media pada obesitas anak. Rekomendasi tersebut di antaranya:

1. Dampingi anak saat menonton televisi. Diskusikan iklan makanan yang mereka tonton dan ajari mereka apa saja makanan yang mengandung nutrisi baik.
2. Batasi waktu menonton acara televisi yang tidak mendidik menjadi dua jam per hari. Hindari menaruh televisi dan memasang koneksi internet di kamar anak.
3. Orangtua harus sadar bahwa anak yang terlalu banyak menonton televisi bisa lebih stres dan meningkatkan risiko obesitas, diabetes, gangguan mood dan asthma.