Tat..tit..tut.., anak usia 1-2 tahun punya rasa ingin tahu dan keinginan bereksplorasi yang besar pada lingkungannya, termasuk pada tombol-tombol pada telepon, saklar lampu, keyboard, atau remote control yang dilihatnya.
Tak perlu memarahi ulahnya yang tak bisa diam. Pencet-pencet justru perlu dilakukannya karena dia sedang ada dalam tahap prinsip gerak locomotion postural yang berguna melatih koordinasi tangan dan lengan, serta gerak prehension untuk melatih kemampuan tangan melakukan aktivitas yang detail. Ayo beri semangat dan perlindungan agar aksi pencet-pencetnya tetap aman dengan cara ini:

* Belikan mainan yang dilengkapi tombol pengatur gerak, misalnya mobil dengan remote control. Selain bisa menyalurkan keinginannya memencet tombol, Anda bisa mengenalkan sebab akibat padanya. Misalnya, tombol A membuat mobil maju. Anda bisa sambil mengajarkan arah maju, mundur padanya.
* Ajarkan pakai komputer sederhana dan cara mengoperasikannya. Biasanya ada aplikasi untuk belajar bahasa inggris, mengenal warna, atau binatang di komputer untuk anak 1-2 tahun.
* Kenalkan pada piano atau keyboard yang lebih ringan. Ini jadi acara 'pencet-pencet' yang berilmu karena saat memencet tuts, ia belajar membedakan bunyi yang keluar dari tiap tuts. Lebih baik lagi bila Anda bisa memainkannya, ia akan belajar jika tuts dipencet dengan aturan akan menghasilkan melodi indah.
* Menari berdua, dengan melibatkan jari-jarinya. Selain melatih jemarinya, anak akan belajar bergerak mengikuti irama musik. Tubuhnya juga jadi lebih bugar karena menari membuatnya berolahraga.
* Singkirkan tombol berbahaya seperti pada microwave, pemantik api, kompor atau remote control untuk mengontrol alat berbahaya untuk balita. Singkirkan dari pandangan matanya dnegan meletakkannya di tempat yang sulit dijangkau.
* Berikan pemahaman tentang tombol yang aman dan tidak aman untuk dipencet anak. Jelaskan dengan kalimat sederhana alasan Anda melarangnya, atau perlu Anda dampingi.