Makan sayur bersama-sama.
Anak kecil biasanya gemar meniru perbuatan orang lain, terutama bunda dan ayahnya. Saat makan bersama, isilah piring Anda dengan aneka sayuran, lalu jelaskan nama sayuran yang dimakan dan ceritakan khasiatnya kepada balita.

Libatkan balita.
Jika anak sudah agak besar (3-5 tahunan), Anda bisa mengajaknya menanam sayur di halaman, atau membeli sayuran di pasar swalayan. Bahkan, Anda bisa mengolah sayuran bersama di dapur. Misalnya, balita membantu mencuci sayuran, atau memotong sayuran –dengan pengawasan Anda dan menggunakan pisau yang aman baginya. Balita tentu ingin mencoba memakan apa yang telah dimasaknya.

Sajikan dengan menarik.
Sajikan sayur semenarik mungkin untuk menimbulkan selera makan balita. Misalnya, jika memasak sup, Anda bisa membentuk potongan wortel menyerupai bunga matahari. Atau, susun sayur dalam aneka variasi bentuk, warna, dan rasa di atas piring sedemikian rupa, sehingga menarik untuk dilihat dan disantap. Misalnya, membentuk wajah orang. Jika perlu, berkreasilah bersama balita, agar imajinasinya terangsang.

“Sembunyikan” sayur dalam makanan/minuman.
Sayuran bisa dijadikan bagian dari makanan si kecil, terutama makanan favoritnya. Misalnya, potongan wortel atau jagung manis rebus sebagai campuran selada, roti isi, atau nasi goreng yang nikmat. Alternatif lain, sajikan dalam bentuk jus, seperti jus wortel, tomat atau mentimun, yang dicampur dengan sedikit madu/gula dan es. Jangan lupa, hiaslah gelas dengan sedotan warna-warni, payung kecil atau kreasi lainnya, agar penampilannya menarik.

emmm moga bisa berguna bt para bunda yg sikecil ga suka makan sayur