Kandungan protein sangat diperlukan oleh bayi. Oleh karena itu, saat bayi berusia 9 bulan kita bisa mulai memperkenalkan makanan tambahan bayi seperti daging yang dimasak dan dihaluskan. Di rentang usia 9 hingga 12 bulan kita bisa mulai memperkenalkan daging yang dihancurkan. Jenis daging-dagingan yang baik untuk diolah sebagai makanan untuk bayi adalah daging ayam, sapi dan ikan yang sudah dibuang tulangnya. Sedangkan telur digolongkan sebagai jenis makanan yang sebaiknya dihindari setidaknya hingga bayi berusia 1 tahun. Kerang-kerangan atau kacang-kacangan juga sebaiknya dihindari sampai bayi setidaknya berusia 2 tahun terutama jika anggota keluarga memiliki riwayat alergi. Jika bayi kita menunjukkan ketertarikannya dengan makanan kita secara tiba-tiba dan membuka mulutnya saat kita menyodorkan sendok padanya makan ini berarti dia siap untuk maju ke tahapan konsumsi makanan berikutnya.

Kebanyakan ahli menyarankan orang tua untuk mulai memberikan makanan tambahan bayi saat bayi berusia 6 bulan. Hal ini dikarenakan pada usia ini bayi mulai mengembangkan kemampuan koordinasinya untuk memindahkan makanan padat dari mulut bagian depannya ke arah belakang untuk menelan. Di saat yang sama, Kemampuan kontrol bayi terhadap kepalanya akan semakin membaik dan dia akan mulai belajar duduk yang menjadi kemampuan penting yang harus dimilikinya untuk memakan makanan padat.