Sekarang ini semakin banyak orang tua yang ingin lebih cepat memasukkan buah hatinya ke sekolah. Anak usia di bawah 3 tahun pun mulai ‘sekolah’ di playgroup yang belakangan banyak yang membuka kelas khusus baby. Mereka berharap semakin dini anak sekolah, maka ia akan semakin pintar. Benarkah demikian?

Menurut Mayke S. Tedjasaputra, Psikolog dan Play Therapist, anak usia di bawah 3 tahun belum perlu dimasukkan ke sekolah. Sebaiknya asuhlah anak di rumah dan berikan anak kesempatan bermain yang lebih bervariasi dan sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka. Orang tua hendaknya menjadi teman bermain anak dengan memberikan kebebasan bereksplorasi dan belajar dari kesalahan. Dalam hal ini anak akan mendapat kesempatan untuk belajar mandiri.

Dengan bermain bersama, akan tercipta ikatan yang kuat antara orang tua dan anak terutama ibu. Peran ibu sangat penting karena ibu merupakan guru pertama sejak anak masih dalam kandungan dan di 3 tahun pertama usia anak.

Melalui kegiatan bermain, orang tua bisa memahami anak lebih baik dan mampu mengetahui potensi yang dimiliki oleh anak sejak usia dini (0-3 tahun), termasuk bakat dan minatnya. Namun mengingat pada masa sekarang mayoritas kedua orang tua bekerja di luar rumah, maka beberapa dari mereka memilih untuk menyekolahkan anaknya atau menitipkan anak ke daycare yang menyediakan fasilitas belajar. Bisa dipahami ketimbang anak di rumah hanya diasuh oleh baby sitter yang belum tentu mengerti dunia tumbuh kembang anak.

Sekalipun kedua orang tua bekerja, bukan berarti Anda punya excuse. Anda bisa mengoptimalkan waktu yang ada (terutama saat akhir pekan) untuk bermain bersama si kecil. Berikut beberapa panduan yang perlu dipertimbangkan dalam kegiatan bermain:

* Space to Explore : biarkan anak tetap bermain bereksplorasi di dalam dan di luar ruang (baik secara fisik maupun mental). Tantangan dan hal baru yang ditemui akan membantu perkembangan mereka.
* Room to Think : berikan kebebasan untuk anak belajar mandiri dan mampu mengekspresikan perasaan mereka.
* Opportunities to Experience : biarkan anak untuk belajar hal barudan belajar dari kesalahan mereka.
* Time to Play : porsikan waktu yang cukup untuk bermain dan berilah kesempatan mereka ‘menjelajahi’ dunia.
* Freedom to Choose : berikan kebebasan anak untuk memilih kegiatan bermain yang mereka inginkan.