Tubuh menjadi gemuk karena energi yang masuk berbentuk kalori dalam makanan lebih banyak daripada yang dikeluarkan dalam bentuk aktivitas. Anak sehat yang dibiarkan makan menurut seleranya terkadang tidak mengalami pengontrolan dalam pola makan. Anak bisa menjadi tampak lebih berat apabila suka mengemil. Hal ini dapat menjadi masalah makan berlebihan di kemudian hari.

Anak yang memiliki masalah dengan berat badan disebabkan oleh beberapa faktor obesitas. Faktor obesitas ialah faktor yang menjadi penentu atau faktor risiko bagi seorang anak untuk bisa terkena obesitas. Semua anak yang nafsu makannya lebih banyak ternyata tidak semua menjadi gemuk dan mengalami obesitas. Masing-masing anak mengalami sistem metabolisme yang berbeda satu sama lain. Anak yang memiliki kecepatan metabolisme lebih lambat memiliki risiko lebih besar menderita obesitas.

Obesitas cenderung dipengaruhi oleh turunan dari keluarga. Apabila ada orangtua yang obesitas dalam keluarga, maka kemungkinan anaknya juga akan menderita obesitas. Namun, tidak sedikit dari ahli kesehatan menilai bahwa faktor genetik bukanlah penentu dominan dalam obesitas pada anak. Obesitas pada anak juga ditentukan oleh faktor risiko lainnya.

Pola aktivitas yang dilakukan oleh seorang anak juga dapat mempengaruhi seorang anak terkena obesitas. Pola aktivitas yang minim akan meningkatkan risiko kegemukan dan obesitas pada anak. Kebiasaan anak pada zaman sekarang lebih menyukai beraktivitas di dalam rumah seperti menonton televisi daripada bermain di luar rumah seperti bermain bola atau gobak sodor dengan teman sebayanya yang lebih menguras energi. Dalam jangka waktu yang panjang kebiasaan anak yang minim gerak ini akan berdampak buruk bagi kesehatannya karena berpotensi menimbulkan kegemukan dan obesitas.

Selain faktor turunan dan pola aktivitas, pola makan juga berperan dalam peningkatan risiko terjadinya obesitas pada anak. Saat ini, pola makan anak-anak lebih sering mengkonsumsi makanan cepat saji. Makanan cepat saji pada umumnya memiliki kadar kalori yang sangat tinggi, rendah serat dan kandungan gizi.

Pola asuh orang tua kepada anak juga akan mempengaruhi anak risiko pada anak. Kebiasaan orangtua yang membiarkan anaknya lebih sering bermain di dalam rumah daripada beraktivitas di luar rumah dan bermain dengan teman sebayanya akan mempengaruhi faktor risiko obesitas pada anak. Para orangtua berperan penting dalam membentuk kebiasaan dan pola makan anak-anak mereka. Anak sering kali bersikap pasif dan hanya mengkonsumsi makanan yang disediakan oleh orangtuanya.