Datanglah padaku meski merangkak pun seok terseok
Mungkin alamatmu kan kamu temukan
Dan apa yang tak kupunya selain keramahan
karena lampu-lampulah yang melaju
Hingga malam adalah siang
Dan setiap gerak adalah persaingan
Dan di tubuhku, daun dan bunga kan layu
Karena udara pagi adalah debu
Adalah napas-napas pemburu waktu
adalah waktu yang deru menderu erat memelukmu
Hingga tak ada sela untuk yang namanya daun dan bunga
Panggil aku ibumu, kotamu, ibu kotamu
Lalu datanglah kepadaku meski resah singgah
Karena memang di tubuhku betonlah yang gagah
Yang akan meremukan tubuh dan jiwamu bila kamu
Menyerah dan kalah