Oligohidramnion merupakan kebalikan dari hidromnion, yaitu suatu keadaan di mana air ketuban kurang dari normal, yaitu kurang dari 500 cc.



Penyebab oligohidramnion belum jelas, namun diperkirakan ada kaitannya dengan renal agenosis janin. Penyebab primer lainnya mungkin disebabkan karena amnion kurang baik pertumbuhannya. Sedangkan penyebab sekundernya adalah ketuban pecah dini.

Oligohidramnion menyebabkan bayi tidak memiliki bantalan terhadap dinding rahim. Anggota gerak tubuh menjadi abnormal atau mengalami kontraktur dan terpaku pada posisi abnormal disebabkan karena ruang di dalam rahim sempit. Oligohidramnion juga menyebabkan terhentinya perkembangan paru-paru (paru-paru hipoplastik), sehingga pada saat lahir, paru-paru tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Suatu keadaan khas yang terjadi pada bayi yang baru lahir, di mana cairan ketubannya sangat sedikit atau tidak ada digambarkan sebagai fenotip Potter.