Memiliki teman bunda yang over competitive berpotensi menyebalkan karena tak hanya suka meninggikan anaknya, tetapi juga mempertanyakan kemampuan pengasuhan Anda, dengan tujuan membangun zona nyaman bagi pola pengasuhannya sendiri. Namun, jangan buru-buru mencoret mereka dari daftar pertemanan, ya, sebab, individu-individu over competitive bisa, kok, Anda hadapi dengan menggunakan trik-trik ini:

Peka terhadap kenyataan sesungguhnya. Karena kini Anda tahu bahwa di dalam diri bunda tersebut sebenarnya ada perasaan cemas terhadap kemampuan mereka menjalankan peran dalam pengasuhan anak, maka penuhi kebutuhan mereka untuk merasa aman. Berilah pujian pada usahanya memamerkan anak. Itu saja sudah cukup memberinya psychological air. Memuji teman tidak akan merugikan atau mengurangi apa pun, justru menunjukkan betapa Anda sangat nyaman dengan diri dan peran Anda sebagai bunda.
Sesekali biarkan dia bercerita tentang dirinya. Jadilah pendengar yang baik. Ketika ia bluffing, berarti ia sedang membutuhkan penonton bagi kisah-kisahnya. Berikan saja sedikit waktu Anda unuk mendengar.
Tidak terpengaruh dengan usahanya meragukan dan mempertanyakan gaya pengasuhan Anda, karena Anda adalah ibu yang terbaik bagi anak Anda sendiri.
Berintrospeksi ke dalam diri Anda sendiri, melihat kekurangan yang Anda miliki tanpa merasa bersalah atau kalah. Setiap ibu punya kekurangan dan Anda memiliki banyak kesempatan untuk memperbaiki kekurangan, namun Anda tidak perlu harus tampil sempurna.
Batasi waktu bertemu dengan teman seperti ini, sebab pertemanan Anda berdampak bagi perkembangan emosi Anda. Berteman dengan si negatif akan memengaruhi emosi Anda menjadi negatif pula.

Tidak Perlu Iri. Anda tidak perlu merasa iri dengan kehebatan anak orang lain. Perhatikan ini!

Jangan buru-buru membandingkan anak orang dengan anak Anda, karena setiap anak unik dan memiliki bakat serta prestasi tumbuh kembang berbeda-beda.
Percayakan insting Anda sebagai ibu dan nikmati peran orangtua. Perhatikan saja bagaimana perkembangan anak Anda tanpa perlu membandingkannya dengan anak orang lain, dan nikmati hari-hari pertumbuhannya.
Tunjukkan kepada anak, ia adalah anak yang paling menyenangkan dan berharga bagi Anda, maka ia akan merasa lebih bahagia dan percaya diri.
Jika anak telat dalam pencapaian tumbuh kembangnya, bukan berarti Anda gagal. Sebaliknya, jika Anda merasa anak Anda lebih unggul daripada anak orang lain, tidak juga menjamin masa depannya.
Fokus pada kelebihan-kelebihan yang Anda dan si kecil miliki. Kebahagiaan akan datang ketika kita menghargai diri dan hidup kita.(me)