Mengenalkan Makanan Padat Pada Bayi


Bila kita memiliki bayi yang sudah mulai disuap dengan makanan padat, Anda harus mengikuti perkembangan cara makan bayi Anda. Sebaiknya, sejak lahir Anda perlu mengikuti perkembangannya, saat dirinya menguyah dan menelan, karena kemampuan ini tidak otomatis dikuasai bayi. Pada dasarnya, perkembangan keterampilan makan dimulai pada saat bayi baru lahir. Di usia ini bayi baru memiliki refleks mcnghisap. Refleks ini juga perlu dirangsang agar bayi mengarahkan mulut ke puting ibunya untuk mendapatkan ASI.

Pada usia 4-6 bulan, refleks mcnghisap semakin matang, dan bayi sudah bisa dikenalkan pada makanan semi padat. “Sebaiknya pengenalan makanan semi padat dimulai pada usia 6 bulan karena di usia ini saluran cema, sistem imun dan kemampuan oral motor bayi sudah matang," kata dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K) yang dikutip dari kompas.com. Kemampuan oral motor dapat didefinisikan sebagai sistem gerak otot yang mencakup area rongga mulut, termasuk rahang, gigi, lidah, langit-langit, bibir, dan pipi. Di usia 6-18 bulan, kekuatan, koordinasi dan kontrol dari struktur mulut ini menjadi dasar dari kegiatan makan, mulai dari menghisap, menelan, menggigit, dan mengunyah. Pengenalan makanan yang akan diberikan pada bayi harus benar-benar tepat sesuai tahap perkembangan dan keterampilan makan bayi.

Usia 6-9 bulan merupakan fase kritis karena di usia ini bayi memiliki kebutuhan untuk mengunyah. Di usia ini, semua benda ingin dimasukkan dalam mulut bayi. Karena itu harus distimulasi dengan pemberian makanan padat atau bertekstur. Pada usia 6-9 bulan disebut juga dengan periode kritis. Jika di usia 6 bulan ini anak tidak diberikan kesempatan untuk melatih keterampilan mengunyah dan menelan, maka akan timbul masalah makan di kemudian hari. Fase kritis ini akan terlewat karena di usia 9 bulan perhatian anak akan teralih. Konsentrasinya bukan belajar makan, tapi ia lebih senang bermain,

Di usia 9-12 bulan keterampilan mengunyah anak semakin sempurna selain itu kemampuan memegang benda dengan jari juga berkembang. Orangtua bisa mulai melatih kemandirian anak untuk belajar makan sendiri saat anak berusia di atas setahun. Pada dasarnya, melatih keterampilan makan pada anak merupakan tantangan bagi orang tua. Untuk menstimulasi kepandaian anak dalam mengunyah makanan, sebaiknya tekstur makanan diperkenalkan sesuai tahapan usianya.

Dalam pemberian makanan, pastikan agar makanan diberikan dalam jumlah sedikit-sedikit dengan ukuran tidak terlalu besar. Perhatikan pula variasi rasa agar anak me-ngingat berbagai rasa makanan yang sudah dikenalnya semasa dalam kandungan dan masa menyusul.