Kedekatan emosional orang tua dan anak perlu dijaga sehingga anak tidak rewel. Anak yang rewel terkadang membuat orangtuanya naik pitam akan tangisan dan teriakannya yang begitu sangat memekakkan telinga sepertinya gendang telinga ini rasanya mau pecah.

Kadang tak sedikit orangtua mengatasi anaknya yang rewel dengan jalan kekerasan dengan main tangan”bak-buk”, menampar, menjambak, menjewer,membanting ke lantai sampai dikata-katai dengan bertubi-tubi sumpah serapah ibaratnya anak ini bak seperti anak setan gak ketulungan buat onarnya. Tiap hari ribut melulu tiada habis-habisnya mulai dari subuh sampai ke subuh lagi..Apa gak bikin capek dan makan ati tho…Hidup udah sulit nak,,Jangan dibikin sulit…

Itulah sebuah ilustrasi perasaan yang geram dan dekil tentang betapa dahsyatnya kerewelan anak-anak Anda.

Anda jangan mudah terpancing emosi dengan anak yang rewel. Bisa jadi, mereka hanya pengen merasa diperhatikan. Hal itu bisa diatasi dengan meluangkan sedikit waktu. Metode yang diperkenalkan sat ini adalah floor time. Floor time adalah waktu eksklusif bagi orangtua dan anak untuk berinteraksi dan bermain tanpa gangguan pihak termasuk TV. Cukup 30 menit.

Pemeran utama dari metode ini adalah anak-anak. Biarkan dia berinisiatif menentukan permainan cara dan topik pembicaraan serta menuruti keinginannya, berusahalah untuk mengikuti iramanya. Jangan mengambil alih pimpinan biar anak yang memimpin kita dalam metode ini. Kita ikuti saja apa yang dia mau selagi aman untuk dia.

Sesuaikan pula floor time untuk usia anak Anda. Beda usia, beda cara untuk mengatasi anak rewel. Anak memang begitu unik..yach..itulah anugerah Tuhan…

Floor time pada bayi usia 0-12 bulan ikuti respon perilakunya. Jika bayi mengamati mainan, ambil dan berikan padanya, Tiru perilakunya (kontak mata, saling pandang dan senyum, tirukan suara dan gerakannya).

Jika dia memegang mainan, sodorkan tangan. Kalau dia memberikan mainannya, mainkan lalu kembalikan kepadanya. Ketika lagi guncang-guncang di pangkunan, ayunkan sesuai iramanya.

Ketika dia pasif, bacakan dongeng, nyanyikan lagu yang bersuku kata dua-dua seperti lagu “satu-satu aku sayang ibu” atau “kupu-kupu”(jangan lagu orang dewasa karena akan menyebabkan bingung suku kata jika sudah usia sekolah). Atau bisa juga memainkan manik-manik. Anda bisa juga mengajak bicaranya dengan gaya bayi.

Nah, dalam usia batitanya (bawah tiga tahun) biarkan semua gerakan motoriknya berkembang.

Untuk usia 3-5 tahun latihlah kegiatan yang lebih melibatkan motorik kasar dan halus seperti melipat kertas,menyusun balok-balok, menggambar atau mewarnai. Bisa juga Anda mengajak mereka maen-maen pedang-pedangan,kuda-kudaan, atau masak-masakan. Bisa juga anda ajak dia untuk bermain kartu, main ular tangga, ludo,gama atau monopoli-an.Wahm sungguh sangat mengakrabkan kan?

Menurut dr.Soedjatmiko, metode floor time dapat dilakukan 3o menit.hari lebih baik daripada 4 jam 1 kali seminggu. Kurang dari 30 menit, belum cukup untuk mengekspresikan kehangatan dan kasih sayang. Tambahkan 30 menit sebelum tidur, bisa bacakan dongeng atau ajak dia ngobrol.

Jika batita lebih dari 1 orang, manfaatkan jadwal anak. Libatkan orang lain/tetangga sekitar untuk bermain dan berinteraksi sosial dengan anak-anak yang lain..Wah, asyiknya…

Nah, gimana cara membagi waktunya?Orang tua yang berangkat siang atau pulang dulu harus in charge. Masing-masing harus mengalah demi perkembangan anak. Jika tidak bisa cari pengasuh yang berpengalaman dan kompeten dalam mengurus anak. Ingat seperti kata Kahil Gibran Anak seperti anak panah yang meluncur dari busur panah ke target sasaran. Jika yang memanah saja meleset mau jadi apa anak kita…Menurut saya tidak ada istilah anak durhaka, kemugkina orang tua yang durhaka pada anaknya karena kurang mengurusnya dengan baik., baik anak dalam situasi senang maupun susah atau sedih mereka harus didampingi,Kalau metreka senang beri mereka hadiah kalau mereka sedih berikan dia semangat..Seperti lirik terkenal dari Whitney Houston “The Greatest Love of All”