Memotivasi anak untuk belajar

Memotivasi anak untuk belajar, sebenarnya membutuhkan kreatifitas sendiri dari orang tua. Kita mungkin pernah merasa sangat terpaksa untuk belajar ketika kecil. Namun ada pula saat-saat dimana kita tanpa menyadari bahwa kita belajar, seperti pengalaman saya dulu ketika sering sekali dibekali buku-buku bergambar dengan cerita sederhana. Acara televisi yang bertema edukasi sebenarnya cukup membantu, dibandingkan perkembangannya sekarang yang kebanyakan berisi hiburan untuk remaja dan dewasa. Saya pun jadi teringat lagi masa-masa kecil yang dipenuhi dengan acara sesame street, yang sedikit banyak ikut mengiringi pertumbuhan hingga saya masuk Taman Kanak-kanak.

Yang perlu dipahami, tiap anak punya kesenangan sendiri dalam caranya belajar. Lalu, situasi rumah yang kondusif pun mendukung anak-anak untuk menyerap pengetahuan dengan lebih maksimal. Pahami kesenangan anak, jika dia senang dengan bonekanya, Bunda dan Ayah dapat mempergunakan si boneka sebagai alat untuk menghitung. Jika si kecil senang bernyanyi, kenalkan padanya lagu-lagu yang mengandung edukasi, misalnya satu ditambah satu sama dengan dua. Saya pun mengerti dengan kebutuhan khusus manusia-manusia kecil ini, karena sebelum aktif bekerja, saya adalah seorang guru privat. Salah satu murid saya sangat tertarik dengan makanan. Maka itu untuk belajar membaca saya mengandalkan gambar-gambar makanan yang ia sukai sehingga tidak terasa baginya bahwa proses ini adalah sebuah acara belajar yang membosankan.

Orang tua memiliki pengaruh terhadap anaknnya. Jika sejak bangun pada pagi hari si kecil terus melulu diurusi oleh Anda dan ia tidak belajar untuk mengurus dirinya, ia justru belajar bahwa orang lain akan terus mengambil tanggung jawab atas dirinya. Jangan heran jika ia menjadi malas dan manja dan menjadi tergantung pada Ayah dan Bunda dalam menjalani aktifitas sehari-hari. Karena Bunda dan Ayah cenderung mengarahkannya dari satu aktifitas ke aktifitas lainnya. Hal ini justru akan menimbulkan perasaan negatif terhadap dirinya.

Bantu anak untuk menjadi mandiri dalam menjalani rutinitasnya sehari-hari.