Camilan bisa melengkapi asupan gizi balita, karena itu pilihlah jenis makanan yang sehat. Dengan kualitas kandungan zat gizinya tidak jauh berbeda dengan makanan utamanya. Apalagi, jika Anda membuatnya sendiri, makanan selingan akan jauh lebih baik. Sajikan camilan dengan cara yang bervariasi, seperti dicelupkan ke dalam susu atau saus. Teruslah berkreasi menciptakan variasi makanan selingan yang baru agar balita tidak bosan.

Berikut contoh camilan untuk balita usia 8-12 bulan berdasarkan Kelompok Bahan Baku dan Jenis Makanan

Karbohidarat:
roti, gandung, sereal, pasta, nasi, jagung, oat, umbi-umbian (kentang pohon, ketela rambat)
Contoh snack Karbohidrat:
roti, biscuit, kentang rebus, kentang goring, dan aneka kue seperti nagasari yang dipotong memanjang kecil.

Protein: daging, unggas, telur, ikan, kacang polong, kacang tanah, selai kacang, tofu.
Contoh snack Protein:
telur rebus, daging sapi/ayam/ikan dicampur adonan keik, lalu diberikan dalam bentuk potongan-potongan kecil.

Susu: susu murni, susu formula, yoghurt, keju.
Contoh snack Susu:
Aneka jenis keju (mozzarella, ceddar, swiss) dipotong tipis kecil-kecil memanjang, atau dimasukkan dalam adonan kue, diapit potongan roti, atau dibuat sebagai saus.

Buah dan sayur: jeruk, mangga, papaya, alpukat, pisang, sayuran berdaun hijau dan kuning.
Contoh snack buah dan sayur:
Potongan aneka buah, seperti apel (rebus atau dimasukkan ke dalam microwave sebentar agar lunak), potongan pisang, atau alpukat. Potongan kecil brokoli rebus dicelupkan ke dalam saus keju dan susu, asparagus rebus, bit, wortel, timun, sup kacang olong, atau sup kacang merah.

Selain memilih camilan yang bergizi tinggi, waktu pemberian camilan juga harus diperhatikan. Susun jadwal pemberian beserta jenis-jenis makanannya yang variatif. Jangan memberi camilan terlalu dekat dengan jadwal makan utama. Balita akan menjadi enggan makan makanan utamanya karena masih kenyang.