Bayi yang telah memasuki usia enam bulan secara teori sudah membutuhkan makanan pendamping ASI, yang berarti selain meminum ASI bayi juga memerlukan tambahan berupa makanan bayi sebagai sumber nutrisi. Memberi makanan bayi diawali dengan makanan lunak dan encer tetapi meiliki unsur gizi yang cukup. Karena bayi memiliki sistem pencernaan yang masih lemah dan sensitif, ia memerlukan jenis makanan yang jauh berbeda dengan anak usia balita.

Berdasar kebutuhan nutrisi pada bayi, kriteria berikut dapat menjadi panduan dalam menentukan jenis makanan sehat yang dapat diberikan kepada buah hati. Makanan bayi harus memiliki kandungan kalori dan vitamin yang cukup. Kalori diperlukan oleh bayi karena berfungsi sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K. Kalori dalam makanan bayi dapat diperoleh dari jenis lemak, karbohidrat dan protein, misalnya pada bubur susu, ikan, telur dan beras. Sementara vitamin dapat meningkatkan sistem dalam tubuh bayi, dan dapat diperoleh dari wortel, pisang dan bayam.

Makanan bayi juga harus bersih dan mudah dicerna karena sistem pencernaan bayi masih lemah. Makanan bayi yang tidak terjamin kebersihannya bisa menimbulkan efek negatif bagi bayi, seperti diare. Begitu pula jika makanan lunak yang diberikan orang tua tak mudah dicerna akan dapat menimbulkan keluhan kesehatan. Jenis makanan yang paling mudah dicerna oleh bayi adalah yang berasal dari bahan-bahan nabati seperti bubur buah dan bubur susu.

Memiliki tekstur dan jumlah yang sesuai dengan usia bayi. Memberi makanan bayi dimulai dengan makanan lunak kemudian secara bertahap ditingkatkan menjadi makanan yang lebih bertekstur kasar sesuai dengan perkembangan usia dan pertumbuhan gigi bayi. Tekstur pada makanan bayi akan melatih perkembangan dan kemampuan bayi dalam mencerna makanan mulai dari mengecap, mengunyah, menelan dan mengurai makanan dalam lambungnya.

Dan jumlah adtau porsi makanan sehat yang cukup membuat bayi terpenuhi kebutuhan nutrisinya. Tetapi perlu diingat bahwa setiap bayi memiliki perkembangan dan kemampuan yang berbeda-beda. Jadi sebelum memberi makanan bayi kepada buah hati, orang tua harus memperhatikan tingkat kesiapan bayi dalam menerima makanan.