Bayi Bahagia, bayi Pintar. Banyak cara membuat bayi Anda menjadi bayi yang bahagia. Lakukan kegiatan-kegiatan sederhana berikut, karena hanya Anda yang bisa membuat ia pintar!

* Jalan-jalan keluar rumah. Ayo, bawa bayi Anda melihat dan merasakan indahnya lingkungan di luar rumah. Untuk bayi yang belum bisa berjalan, kenalkan dia pada angin sepoy-sepoy, bau udara pegunungan, laut atau aroma seusai hujan. Juga pada bentuk dan suara kereta api. Bagi bayi yang sudah bisa berjalan, ajak ia untuk berjalan di rerumputan, pasir dan air. Sensasi berbeda akan dirasakan oleh kaki mungilnya. Menapak di lantai sudah biasa, kalau di rumput menjadi luar biasa baginya. Seru!
* Televisi OFF dulu, ya! Kesempatan Anda untuk bermain, berkomunikasi dan beraktivitas bersama anak akan lebih banyak bila televisi tak menyala. Ketika memilih untuk melakukan aktivitas seru bersama bayi, justru itu menjadi sebuah stimulus untuk perkembangan otaknya. Maka, matikan televisi sekarang, dan perbanyak waktu ngobrol dan berinteraksi dengan si kecil.
* Panggil terus namanya. Bayi usia 7 bulan senang sekali bila ada orang lain yang berbicara dengannya. Ia pasti langsung merespon dengan gumaman. Sampai usia 9 bulan, ia mencoba untuk mengelurkan satu kata, sebagai hasil menirunya. Coba Anda panggil namanya, beberapa kali ia sudah mau menoleh ke arah Anda. Agar bayi terbiasa dengan namanya, seringlah memanggilnya dan menyertakan namanya ketika mengajak ia bicara.
* Peek-a-Boo! I see you! Satu kali saja Anda katakan “cilukba” dengan gaya menutup dan membuka wajah, senyum bayi Anda pun muncul. Di balik senyumnya, ia belajar pada sesuatu yang bisa hilang namun tetap ada, kemudian kembali lagi. Di usianya 9 bulan, ia sudah mampu bermain cilukba untuk Anda. Bahkan, tidak hanya dengan kedua tangannya saja, ia bisa menggunakan selimut atau benda lain yang bisa menutupi wajahnya. Bayi pintar meniru Anda, kemudian dikembangkan –lebih dari yang Anda lakukan.
* Rutin membacakan buku. Membacakan buku pada bayi adalah langkah pertama untuk mengenalkannya pada buku dan membangun kecintaan membaca kelak. Buku mampu membantu bayi mengembangkan kemampuan berbahasa. Ia belajar suara dasar, pola dan ritme suara dari cara Anda membacakan. Bacakan buku dengan menggunakan nada suara sesuai dengan cerita. Anak bisa belajar mendengar aneka suara untuk berbagai karakter. Kemampuan anak untuk mendengar dan mengingat juga ikut diasah.
* Iringi kegiatan dengan bercerita. Lakukan kegiatan mengganti popok bayi, memandikan, memakaikan pakaian sambil Anda ngoceh bercerita? “Bunda ganti popok kamu dulu ya, karena sudah basah oleh pipis. Bunda pilih popok warna biru saja, ah. Sebelum pakai popok, pantatmu diberi bedak dulu supaya bau harum.” Atau pada saat mandi, “Mandi, mandi agar badan kamu bersih dan segar. Bunda siram tangan kanan dulu, lalu tangan kiri, kemudian kaki kanan dan kaki kiri.” Narasi seperti ini memberikan informasi kepada bayi tentang keterangan tangan kanan, tangan kiri, atau bedak itu bau harum. Ia pun belajar kosa kata!
* Tidur siang, penting! Sekitar 75% atau 18-20 jam dalam sehari dipakai bayi usia sampai 6 bulan untuk tidur. Bayi perlu waktu lebih banyak untuk tidur sebagai proses tumbuh kembang fisiknya. Menginjak usia 6 bulan, waktu tidurnya sedikit berkurang, sekitar 12-15 jam per hari, akibat dari kemampuan barunya, yaitu rasa penasaran dan keinginan untuk eksplorasi. Tapi, tetap berikan ia waktu break dengan tidur siang. Para ahli dari Universitas Arizona (AS) menunjukkan fakta bahwa bayi yang tidur siang menunjukkan level belajar tentang sesuatu yang abstrak lebih tinggi dibandingkan bayi yang tidak tidur siang. Hindari mengganggu bayi saat sedang tidur siang! Bayi yang kurang tidur akan menjadi rewel. Kalau rewel terus, apa yang bisa bayi Anda pelajari dari lingkungannya.
* Ikuti kesenangan bayi. Bayi senang melakukan kegiatan yang dianggapnya lucu, kemudian ia akan lebih bahagia bila kegiatan itu dilakukan berulang-ulang. Kegiatan berulang menjadi salah satu cara bayi Anda belajar pada sesuatu. Tak hanya itu, ia pun belajar tentang emosi bahagia. Penting bagi Anda untuk mempelajari apa yang membuat bayi Anda tertawa agar Anda bisa melakukan hal tersebut kapan pun bersamanya. Bermain bersama orangtua atau orang lain membuat anak belajar sosialisasi, selain membantu bayi ‘berteman’ dengan sumber bahagianya.
* Bebaskan ia bereksplorasi. Bayi bisa pintar berkat mainan yang bersifat edukatif. Tapi, bukan berarti hanya mainan edukatif yang bisa membuat bayi pintar. Sedok sayur atau wajan di dapur juga bisa membuat bayi pintar! Kuncinya, biarkan bayi bebas mengeksplorasi apapun yang ada di hadapannya, kecuali barang-barang yang membahayakan seperti korek api atau pisau. Biarkan ia bermain dengan caranya sendiri. Tentu tidak sendirian! Interaksi timbal balik antara bayi dengan Anda akan memotivasi bayi untuk melakukan eskplorasi lebih dalam lagi. Anda bisa lakukan bantuan seperti memperkenalkan variasi untuk memainkan mainan yang sama. Selanjutnya, serahkan pada anak. Perlahan-lahan kreativitasnya sedang ia asah.
* Selalu berikan dukungan. Saat Anda memuji keberhasilannya, bayi akan merasa kerja kerasnya dihargai oleh orangtuanya. Di kemudian hari, bayi Anda akan tumbuh menjadi anak yang berani dan percaya diri. Dukungan Anda tidak hanya berhenti pada pujian, komentar-komentar mendukung seperti “Alangkah lebih baik kalau Radya berjalan dengan menggunakan kaus karena lantainya dingin. Nanti kaki kamu kedinginan.” Pada saat bayi Anda sedang belajar berjalan. Anda tetap mendukung keinginannya untuk belajar berjalan, dan Anda juga mendukung kesehatannya.