Bermain adalah dunia si kecil. Di mana pun, kapan pun, tidak ada tempat yang tidak bisa dijadikan sebagai arena bermain. Tak terkecuali di kamar mandi. Mandi menjadi salah satu aktivitas yang sangat menyenangkan apalagi jika orangtua mampu menciptakan suasana bermain yang menyenangkan.

“Bono mana, Ma? Ade gak mau mandi kalau gak sama Bono!” rengek Dika pada suatu pagi. Dika mencari Bono, boneka beruang karet yang dibelikan papa tersayang pada ulang tahun pertamanya, tiga hari lalu.

Ya, sejak ada Bono, Dika selalu mandi bersamanya, pagi maupun sore. Bono bisa berbunyi jika ditekan hidungnya, dan saat dicelupkan ke air, ketika diangkat dan ditekan perutnya, mulut Bono bisa menyemburkan air. Wuah, pantas saja Dika menyukai boneka beruang berwarna coklat itu. Aksi Bono sungguh menyenangkan dan membuat si kecil selalu terpingkal-pingkal dibuatnya. Dika pun menjadi antusias setiap kali diajak mandi.

###

Mainan kala mandi, seperti kata A.Eisenberg, H. Murkoff and S.Hathaway dalam bukunya Bayi pada Tahun Pertama, mengajari banyak konsep dan membuat gembira dalam bermain air tanpa harus membasahi seluruh lantai atau meja-kursi. Bak Mandi, lanjut buku tersebut, juga merupakan tempat yang baik untuk bermain gelembung.

Eisenberg cs juga menyebutkan, mainan yang bisa diputar, ditekan, ditarik, didorong, akan membantu anak untuk menggunakan tangannya dalam berbagai cara. ”Orangtua perlu menunjukkan terlebih dulu sebelum anak dapat menangani mainan ini, tetapi sekali anak sudah dapat menguasainya, maka mainan jenis ini dapat mengasyikkan anak selama berjam-jam.”

Namun bagi anak yang memiliki pikiran mandi merupakan aktivitas yang mengerikan, bagaimanapun bentuk bujukan orangtua, anak pasti akan tetap berpikir bahwa mandi sesuatu yang tidak fun. Kendati demikian, bukan berarti tidak ada cara lagi agar anak mengubah persepsinya. Memberikan mainan adalah salah satunya. Keberadaan mainan bisa menjadi pengisi waktu selama anak dimandikan, sehingga si kecil bisa lupa kalau sedang mandi saking sibuknya dengan mainan yang ada ditangannya. Secara psikologis, membawa mainan kala mandi dapat memunculkan ’rasa aman’ pada anak, terutama bagi mereka yang takut mandi.

###

Jangan lupa untuk menyeleksi dulu mainan yang akan dibawa mandi. Jangan sampai mainan tersebut kotor, mudah rusak saat terkena air atau malah berisiko menyetrum! Pilih mainan yang terbuat dari karet/plastik. Pada usia ini adalah masa-masa anak selalu ingin tahu, begitu juga ketika anak mandi membawa mainan. Mungkin ia ingin tahu reaksi yang timbul dari mainan tersebut, seperti si Bono tadi, boneka beruang itu bisa berbunyi dan menyemburkan air dari mulutnya saat ditekan oleh Dika.

Mandi dengan mainan ternyata juga meringankan tugas orangtua saat memandikan si kecil lho. Ya setidaknya mandi tidak akan menyebalkan lagi untuk sang anak, malahan justru bisa menjadi aktivitas favorit anak. Selain dari mainan, anak juga bisa belajar banyak dari sifat air, sabun, busa, konsep tenggelam dan melayang. Pada kesempatan mandi dengan mainan orangtua sekaligus dapat memberi pengertian tentang manfaat mandi bagi kesehatan. Sederhana tapi menyenangkan, bukan?