Jangan dikira, bawang merah dan bawang putih hanya sedap sebagai penguat rasa masakan. Ternyata, kedua bawang ini juga bergizi bagi balita kita.
Bawang Merah, salah satu jenis bumbu masak. Baunya yang menyengat dan gas “air matanya” disebabkan senyawa Asid karbid di dalamnya. Kandungan bawang merah; kalsium, fosfor, zat besi, karbohidrat, vitamin A dan vitamin C, zat untuk melancarkan buang air kecil dan BAB, baik juga untuk perut dan menguatkan anggota badan. Bawang merah mempunyai efek pembunuh kuman, menormalkan sistem syaraf usus, membantu kerja empedu, mengurangi tekanan darah tinggi, dan menyembuhkan flu yang disertai hidung tersumbat. Jadi kalau bayi demam, bubuhkan bawang merah di perut dan punggungnya.
Bawang Putih, penyedap aroma masakan dengan 2 khasiat luar biasa, membuka saluran darah dan antibiotik yang kuat. Bawang putih sebagai campuran sup ayam sudah berbad-abad dijadikan obat demam, flu dan batuk. Juga berkhasiat mengatasi bronkhitis, sakit kerongkongan, arthritis, rematik, infeksi sinus, infeksi kandung kemih (dicampur mentega dan madu), sakit kepala (dicampur susu), ginjal, darah tinggi, infeksi usus dan gangguan liver. Allicin-nya bersifat anti-tumor. Membubuhi bawang putih pada menu batita jangan kebanyakan karena rasanya pedas.
Sudah punya nomor anggota tapi lupa nomornya? Cek nomor anggota Ibu dengan cara:
Kirim SMS ke 0811 860 8111/ 0817 660 811 dengan format:
FF#NOMOR#Nomor HP yang terdaftar di Ibu & Balita
Contoh: FF#NOMOR#08137869021
Keuntungan Menjadi Anggota Ibu&Balita
Dengan menjadi anggota Ibu&Balita, Ibu bisa mendapat keuntungan seperti: informasi terbaru mengenai kehamilan sampai tahap pertumbuhan si Kecil, kesempatan tanya jawab dengan pakar-pakar kami, dan berbincang dengan ibu-ibu lain tentang dunia si Kecil.
Selain itu, Ibu juga bisa memenangkan hadiah-hadiah menarik dengan mengikuti program poin dan hadiah Ibu&Balita.
Untuk info lebih lanjut, silakan buka halaman ini.
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.
Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai.
Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi.
Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui.
Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
15 Tahun Yang Lalu
15 Tahun Yang Lalu
15 Tahun Yang Lalu
15 Tahun Yang Lalu
15 Tahun Yang Lalu