Biasanya, ibu adalah orang pertama yang mengetahui bila kehamilannya kembar. Terlebih para ibu yang pernah mengalami kehamilan. Biasanya Anda merasakan gerakan-gerakan bayinya lebih "ramai" dan perutnya terasa lebih besar dibandingkan kehamilan sebelumnya. Untuk lebih memastikannya, kini dapat melakukannya dengan USG (Ultrasonografi).

Adapun ciri kehamilan kembar yang bisa terdeteksi secara klinis adalah dari besarnya perut akan tampak tiga bagian besar atau lebih. Kalau anak tunggal, kita akan meraba dua bagian besar, yaitu kepala dan bokong. Sedangkan pada kehamilan kembar, akan teraba satu bokong dengan dua kepala atau dua bokong dengan dua kepala.

Kehamilan kembar sesungguhnya tidak mengenakkan bagi janin. Mereka harus berdesakan dalam rahim ibunya. Tak heran jika pertumbuhan fisiknya jadi terbatas. Akibatnya, berat badannya di bawah normal. Alhasil pertumbuhan berat badan janin kembar umumnya lebih ringan dibandingkan pada kehamilan tunggal.

Biasanya berat badan bayi yang baru lahir pada kehamilan kembar, kurang dari 1.500 gram. Berat badan masing-masing janin bisa jadi tidak sama. Perbedaan beratnya bisa berkisar antara 50-1.000 gram. Hal ini terjadi disebabkan pembagian sirkulasi darah dan makanan dari ibu tidak sama, sehingga yang satu tumbuh lebih besar dibandingkan yang lain.

Jika dalam kompetisi itu salah satu kalah, yang kalah akan mengecil dan meninggal. Sementara saudaranya akan tumbuh terus hingga lahir. Karena ada kemungkinan salah satu janin yang kecil, maka pemeriksaan ketat lewat USG mutlak diperlukan.