Peran terbesar saat proses melahirkan normal ada pada sang ibu dengan faktor Power saat proses mengejan yang perlu dilakukan secara benar, baik kekuatannya maupun pola bernapasnya. Ada 6 kesalahan yang sering dilakukan saat ibu mengejan:
Berteriak. Mungkin karena ingin menyalurkan emosi dan rasa sakit, namun hal ini tidak produktif. Selain membuang tenaga akan lebih bermanfaat jika disalurkan sepenuhnya untuk mengejan. Berteriak juga akan membuat tenggorokan kering, batuk, serak, membuat suasana jadi panic dan tegang, ditambah lagi membuat Anda tidak jelas mendengar instruksi dokter. Jika sakit tak tertahankan saat kontraksi, lemaskan otot agar relaks, tarik napas panjang dna embuskan perlahan. Simpan tenaga untuk mengejan.
Mata ditutup dapat mengakibatkan tekanan pada mata, sehingga pembuluh darah di selaput bola mata pecah. Akibatnya mata memarah, meski akan sembuh dalam beberapa hari. Maka buka mata, arahkan pandangan kea rah perut.
Mengangkat pantat atau panggul dapat membuat robekan perineum lebih lebar sehingga memerlukan lebih banyak jahitan. Lemaskan pangggul saat mengejan.
Bernapas serabutan tidak ada manfaatnya dalam proses mengejan. Tarik napas yang benar justru mengurangi rasa sakit dan menjadi sumber tenaga mengejan. Pelajari teknik bernapas di kelas senam hamil atau persiapan persalinan.
Mengejan sebelum diperintah dokter, sehingga pola mengejan jadi tidak teratur, tenaga terbuang percuma, dan jalan lahir membengkak karena saat mengejan terdapat cairan yang keluar di jalan lahir. Akibat lebih jauh jika vagina mengalami pembengkakan adalah menyulitkan penjahitan. Jika Anda sudah tak tahan ingin mengejan, sementara pembukaan belum lengkap dan belum diinstrusikan dokter, lakukan pernapasan panting (pendek-pendek dan cepat). Teknik napas ini juga dilakukan di sela atau jeda mengejan, dan untuk menghilangkan lelah sesudah mengejan.
Menahan mengejan. Beberapa ibu menahan mengejan karena khawatir fese (kotoran) ikut keluar dari anus. Agar tak terjadi kosongkan usus 24 jam sebelum persalinan, baik secara alamiah atau anema.