Karies Gigi pada Balita


Seringkali kita mendapati anak balita dengan gigi berlubang (karies) yang sudah parah dan merasa cemas. Penyakit gigi berlubang pada balita dapat dicegah sejak dini. Berikut kami berikan informasi mengenai karies pada gigi balita dan tips pencegahannya.


Gigi berlubang pada balita atau dalam istilah medis disebut Early Childhood Caries (ECC) adalah merupakan karies gigi pada 1 gigi atau lebih, atau hilang / rusaknya gigi dengan kondisi parah karena karies gigi, atau adanya penambalan gigi pada gigi susu ketika anak berusia antara 0-6 tahun. Deteksi adanya karies gigi pada anak balita dapat dilakukan dengan cara memeriksa gigi anak (terutama 4 gigi seri atas yang paling rentan karies), buka bibir bagian atasnya, bersihkan sisa-sisa makanan dengan kain kassa dan air hangat lalu kita liat dibawah pencahayaan yang cukup.

Karies gigi tidak selalu berupa lubang atau kavitas, namun merupakan suatu proses


Mengapa gigi balita dapat mengalami karies?

Menurut Drg Tri Julianti, SpKGA, paediatric dentist from Escalade Dental Care Specialist, penyebab karies gigi pada balita sama seperti pada orang dewasa, yaitu terpaparnya gigi dalam waktu yang lama oleh asam sehingga mineral-mineral email gigi larut. Bakteri dalam mulut merubah gula yang berasal dari makanan / minuman menjadi asam.

Karies gigi pada balita disebabkan karena seringnya anak tertidur sambil mengkonsumi minuman nutrisi dalam dot seperti : susu, jus buah, ASI dll, sehingga sering juga disebut Karies Susu Botol atau Nursing Bottle Caries.Terendamnya gigi dalam cairan tersebut merupakan tempat yang sangat ideal untuk bakteri berkembang biak dan menghasilkan asam.

Berikut tips-tips untu mencegah gigi balita berlubang menurut Drg Tri Julianti, SpKGA:

Berikan ASI pada bayi, minimal sampai usia 6 bulan
Bila bayi minum menggunakan dot, usahakan menggendong anak selama pemberian susu, dan ketika anak sudah tertidur baru baringkan ke tempat tidur, TANPA dot. Jangan biarkan anak tertidur dengan dot berisi susu dalam mulutnya.
Ketika anak berusia 6 bulan, ia sudah boleh mengkonsumsi makanan/minuman tambahan sehingga anak dapat mulai diajarkan minum melalui baby cup.
Diantara waktu minum susu, berikan anak air putih biasa, TANPA tambahan gula atau madu.
Bersihkan gigi anak Anda minimal 2x sehari. Pada anak yang belum memiliki/tumbuh gigi pembersihan daerah gusi yang belum bergigi dapat dilakukan dengan kain kasa/soft cloth yang dicelupkan air matang hangat. Jika sudah tumbuh gigi pembersihan gigi dilakukan dengan menggunakan sikat gigi yang sesuai dengan usia anak.
Batasi pemberian makanan/minuman manis seperti biskuit, cookies, permen, jus buah, soft drinks dan minuman manis lainnya. Berilah camilan yang sehat seperti potongan buah, keju, saturan rebus, dan sandwich kecil dalam diet anak anda yang lebih bermanfaat untuk kesehatannya.
Hindari kontak antara mulut bayi, dot, makanan/minuman bayi dengan mulut ibu/ pengasuh. Hal ini dapat menyebabkan transmisi bakteri ke dalam mulut bayi,terutama bila ibu/pengasuh memiliki karies gigi yang belum dirawat atau ditambal. Penelitian menyebutkan pada gigi karies yang belum dirawat terdapat lebih banyak bakteri daripada gigi sehat.
Mulai usia 6 bulan, bersihkan gigi anak dengan sikat gigi lembut khusus bayi tanpa pasta gigi. Setelah anak dapat meludah atau berkumur, Anda dapat menggunakan pasta gigi khusus anak, kira-kira sebesar biji jagung atau pea-sized amount. Orangtua/pengasuh tetap membantu anak untuk menyikat giginya sampai anak mahir, yaitu umumnya sekitar usia 7-8 tahun.
Usahakan ketika anak berusia 1 tahun sudah berhenti minum menggunakan dot, dan ajarkan menggunakan cup.
Ajak anak ke dokter gigi anak ketika ia sudah menginjak usia 1 tahun.