Antibiotik diperlukan ketika bila terserang infeksi yang disebabkan oleh bakteri/kuman. Dokter akan meresepkan suatu jenis antibiotik berdasarkan pertimbangan : (1) jenis kuman (dapat dilihat dari hasil biakan di laboratorium), (2) keamanan termasuk efek sampingnya, (3) ada tidaknya interaksi obat, (4) data klinis sebelumnya, dan (5) biaya.

Berikut beberapa penyakit yang biasanya membutuhkan antibiotik :

Sebagian infeksi telinga (sebagian besar infeksi telinga pada bayi/anak tidak perlu antibiotik karena umumnya merupakan komplikasi flu/selesma).
Infeksi sinus berat ( 2 minggu, sakit kepala hebat, pembengkakan wajah)
Radang tenggorokan akibat infeksi kuman streptokokus
Infeksi saluran kemih
Tifus
Tuberkulosis
Diare akibat amoeba hystolytica



RAMBU-RAMBU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK

Habiskan semua antibiotik yang diresepkan. Biasanya antibiotik diresepkan untuk 3 hingga 5 hari. Jadi meski kondisi si sakit terlihat membaik dalam waktu 2 hari, tetap teruskan konsumsi antibiotik dalam satu periode pengobatan. Bila pemakaiannya terhenti di tengah jalan, bisa jadi tidak seluruh bakteri akan mati, sehingga menyebabkan bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik tersebut. Hal ini dapat menimbulkan masalah serius bila bakteri yang resisten berkembang sehingga menyebabkan infeksi ulang.

Perhatikan jarak waktu antarpemakaian. Contoh antibiotik yang diresepkan 2 kali sehari harus diminum dalam jangka waktu 12 jam. Sementara yang 3 kali selang waktu minumnya setiap 8 jam. Antibiotik yang diresepkan 4 kali sehari diminum per 6 jam. Ini untuk memastikan antibiotik tersebut senantiasa ada di dalam tubuh yang bersangkutan.

Jangan abaikan instruksi, jadi bila diminta untuk diminum sesudah atau sebelum makan ya mesti dituruti. Pemakaian yang kurang tepat akan memengaruhi penyerapannya, yang pada akhirnya akan mengurangi atau menghilangkan keefektifannya.

Waspadai pemakaian bersamaan dengan obat lain karena bisa terjadi interaksi obat. Untuk itu berikan informasi. kepada dokter dan apoteker tentang semua obat-obatan yang sedang dipakai sewaktu menerima pengobatan dengan antibiotik (baik itu obat bebas maupun obat yang diresepkan).

Hindari mengonsumsi antibiotik berbarengan dengan cairan prebiotik, seperti yogurt (yang mengandung bakteria baik). Jangan lupa, antibiotik membunuh semua kuman jahat maupun yang baik.

Hubungi dokter Anda segera begitu si kecil menampakkan reaksi setelah mengonsumsi antibiotik, gatal-gatal misalnya. Biasanya dokter akan meresepkan antibiotik dari jenis lain.